Skip to content

Universitas Negeri Malang

Excellence In Learning Innovation

Pendaftaran SarjanaPendaftaran Pascasarjana
image_pdf

Malang – nasionalisme tidak hanya berlaku bagi warga negara Indonesia saja, tapi juga harus bisa merata bagi seluruh warga yang ada di Indonesia. Begitulah gagasan yang diusung Universitas Negeri Malang (UM) dalam merancang Stadium Generale bagi mahasiswa Indonesia maupun asing. Bertempat di Aula FMIPA Lantai 2, Stadium Generale kali ini bertema “Nasionalisme dalam Pergaulan Antar Bangsa” yang disampaikan langsung oleh Direktur Jenderal Imigrasi Kemenkumham RI Silmy Karim. Tidak hanya stadium generale, momentum ini sekaligus menjadi peresmian Pelayanan Eazy Intal Indonesia pada Kamis (07/09/2023).

Dalam sambutannya, Rektor UM Prof. Dr. Hariyono, M.Pd., menyampaikan bentuk pemahaman nasionalisme yang diajarkan pada ranah internasional, khususnya mahasiswa asing yang ada di UM.

Direktur Jenderal Imigrasi Kemenkumham RI Silmy Karim & Rektor UM Prof. Dr. Hariyono, M.Pd.

“Acara nasionalisme dalam pergaulan internasional sejak awal menjadi sebuah perdebatan karena bangsa kita sepakat inklusif di dalam nasional sehingga tidak rasis kepada etnis, ras, maupun agama. Teman-teman di UM kita ini tidak asing, karena inklusivitas yang ada di Indonesia bersifat universal. Kita ingin menjadi bangsa yang mandiri yang bisa menentukan prinsipnya sendiri, tapi tidak terpisah dengan bangsa lain. Saling memahami antar bangsa seperti yang terjadi dalam ruangan ini yang terdiri dari mahasiswa Indonesia dan mahasiswa asing bukan sebuah ancaman, tapi justru menjadi benih mahasiswa Indonesia belajar dari negara asing dan sebaliknya. Dengan begitu, kita bisa meminimalisir benturan dan stereotip yang muncul. Bumi ini milik kita bersama, bukan milik negara atau ideologi tertentu,” ujar Prof. Hariyono.

Rektor UM Prof. Dr. Hariyono, M.Pd

Acara dilanjutkan dengan penyampaian materi tentang nasionalisme oleh Direktur Jenderal Imigrasi Kemenkumham RI Silmy Karim.

“Jangan sampai kita hanya menjadi penonton atas apa yang dilakukan oleh negara kita. Kita juga harus punya plan. Apa yang bisa dilakukan baik online maupun offline yang bermanfaat lakukan saja khususnya mahasiswa. Perkuat daya saing antar mahasiswa, baik asing maupun Indonesia,” ujar Silmy Karim untuk membakar semangat mahasiswa. 

Eazy Intal Indonesia yang diluncurkan UM merupakan pelayanan jemput bola untuk izin tinggal warga asing oleh petugas imigrasi. Dalam hal ini, petugas dari Kantor Imigrasi Malang mendatangi UM untuk memberikan layanan izin tinggal bagi mahasiswa asing, karena UM memiliki banyak mahasiswa dan dosen yang berasal dari luar Indonesia. Kemudahan administrasi tersebut adalah langkah baik yang disambut hangat oleh masyarakat khususnya warga asing yang tinggal di Indonesia.

Pewarta: Nahdiatul Affandiah – Internship Humas UM

Editor: Luthfi Maulida Rochmah

Share it