
Malang – Dalam upaya memperingati semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini sekaligus meningkatkan apresiasi terhadap sejarah bangsa, Universitas Negeri Malang (UM) menggelar acara bedah buku Trilogi Kartini pada Senin (19/5) di Gedung A19, Ruang Seminar 309. Acara ini menghadirkan Prof. Dr. Ing. Wardiman Djojonegoro, penulis buku sekaligus tokoh nasional yang pernah menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI periode 1993–1998. Kegiatan ini diikuti oleh dosen, mahasiswa, peneliti, dan sivitas akademika UM.
Bedah buku ini diinisiasi oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UM sebagai bagian dari upaya membangkitkan kembali semangat mencintai sejarah serta meneladani perjuangan tokoh bangsa melalui karya ilmiah. Wakil Rektor III UM, Prof. Dr. Ahmad Munjin Nasih, S.Pd., M.Ag., dalam sambutannya, memberikan penghargaan atas dedikasi Prof. Wardiman. “Beliau adalah tokoh besar di balik konsep Link and Match yang masih relevan hingga kini. Di usia hampir 91 tahun, beliau tetap produktif menulis dan berkarya. Ini inspirasi besar bagi kita semua,” tuturnya.
Trilogi Kartini menyajikan 179 surat dan 11 memo R.A. Kartini yang diterjemahkan langsung dari bahasa Belanda ke bahasa Indonesia. Menteri Keuangan RI, Dr. Sri Mulyani Indrawati, melalui video sambutannya, mengapresiasi penerbitan buku ini. “Tulisan Kartini mencerminkan pemikiran yang jauh melampaui zamannya. Buku ini bukan hanya tentang sejarah, tetapi juga kesadaran, pendidikan, dan keadilan yang harus terus diperjuangkan,” ucapnya.
Prof. Wardiman berharap generasi muda dapat mengadopsi semangat perubahan yang diteladankan Kartini. “Tekad menjadi agen perubahan harus dimiliki oleh semua, baik perempuan maupun laki-laki. Salah satu langkahnya adalah memajukan UMKM, mengingat hampir 50 persen pelakunya adalah perempuan,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, UM tidak hanya menekankan pentingnya meneladani sejarah, tetapi juga menggaungkan semangat keberlanjutan sesuai dengan Sustainable Development Goals (SDGs). Acara ini relevan dengan poin ke-4 (Pendidikan Berkualitas), poin ke-5 (Kesetaraan Gender), dan poin ke-8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi). UM terus berkomitmen dalam mendorong literasi sejarah, kesetaraan peran, serta pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan dan karya nyata.
Pewarta: Eka Dyah Febriyanti – Internship Humas UM
Fotografer: Afriza Dwi Islami Putra – Internship Humas UM
