
Malang – Kelompok Studi Burung Liar MIPA Universitas Negeri Malang (UM), Malang Eyes Lapwing (MEL), telah menjadi pionir dalam pengamatan dan konservasi burung liar di lingkungan kampus sejak didirikan pada 8 Mei 2012. Organisasi ini lahir dari inisiatif mahasiswa FMIPA UM dengan salah satu pendirinya, Heru Cahyono, kini menjabat sebagai Direktur Malang Birding Tour Ltd.
Salsabila Armania Putri, mahasiswa semester 6 Program Studi S1 Biologi sekaligus pengurus MEL tahun 2025, menjelaskan bahwa organisasi ini dibentuk untuk menumbuhkan kesadaran dan minat mahasiswa terhadap dunia avifauna sekaligus mendukung pelestarian burung liar yang semakin terancam. “Kami ingin semakin banyak orang yang sadar akan pentingnya keberadaan burung liar di alam. MEL hadir sebagai wadah bagi mahasiswa yang memiliki ketertarikan pada burung dan konservasinya,” ujar Salsabila.
Dengan struktur organisasi yang sederhana namun solid, MEL memiliki Divisi Social Media Specialist dan Pengurus Harian yang terdiri dari Ketua Umum, Wakil Ketua Umum, Sekretaris, dan Bendahara. Anggota aktif terlibat dalam berbagai kegiatan pengamatan dan edukasi lingkungan.
Organisasi ini juga aktif menghasilkan karya dan prestasi. Salah satu kontribusi penting adalah partisipasi anggota MEL dalam pembuatan buku Burung-Burung di Indonesia Sunda Besar, dengan salah satu ilustratornya berasal dari alumni MEL. Selain itu, MEL sering mengikuti kompetisi nasional seperti Bionic Birdwatching Competition Jogja 2024 dan Lawu Birdwatching Competition 2023.
Anggota MEL rutin mengikuti kegiatan seperti pengamatan burung dua kali sebulan, Birdwatching and Sharing Session, pameran, kuliah tamu, hingga Malang Naturalist Week (MNW). Fasilitas yang disediakan meliputi alat pengamatan standar nasional seperti kamera, binokular, dan buku panduan lapang. “Selain meningkatkan kemampuan birdwatching dan pemahaman konservasi, anggota juga mendapatkan sertifikat dari program kerja utama kami. Kegiatan ini juga menjadi momen healing bersama,” tambah Salsabila.
Komitmen MEL selaras dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), terutama poin 15, yaitu melestarikan ekosistem daratan. Melalui visi konservatif dan edukatif, MEL terus memperjuangkan aspirasi para pemerhati burung sekaligus berkontribusi nyata dalam pelestarian lingkungan di UM dan sekitarnya.
Pewarta: Allysa Putri Oktaviani – Mahasiswa S1 Bahasa dan Sastra Indonesia UM
Editor: Muhammad Salmanudin Hafizh Shobirin – Humas UM
