
Malang – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Negeri Malang (UM) kembali menegaskan komitmennya terhadap mutu pendidikan melalui visitasi pembaruan sertifikasi ISO 21001:2018. Kegiatan ini berlangsung pada Senin, 5 Mei 2025, di Ruang Rapat Gedung D7 Lantai 2 FEB UM, mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB.
Proses visitasi ini menjadi langkah strategis dalam memastikan penerapan sistem manajemen mutu pendidikan yang sesuai dengan standar internasional. Sertifikasi ISO 21001:2018 berfungsi sebagai kerangka kerja bagi organisasi pendidikan untuk meningkatkan kepuasan peserta didik dan efektivitas proses pembelajaran.
Wakil Dekan I FEB UM, Dr. Satia Nur Maharani, S.E., M.S.A., Ak., CSRS., dalam sambutannya, menyampaikan pentingnya pembaruan sertifikasi ini. “Manajemen mutu harus menjadi budaya kerja seluruh sivitas akademika. ISO 21001:2018 adalah panduan kami untuk menciptakan proses pendidikan yang inklusif, responsif, dan adaptif terhadap perubahan zaman,” ungkapnya.
Visitasi ini melibatkan tim auditor eksternal yang menilai kesesuaian, kecukupan, dan efektivitas implementasi standar manajemen mutu di FEB UM. Fokus evaluasi mencakup aspek akademik, seperti penyusunan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan industri, hingga aspek non-akademik yang mendukung layanan pendidikan tinggi.
Kegiatan ini juga berdampak pada penguatan kebijakan mutu, pengelolaan risiko akademik, serta penerapan prinsip transparansi dan akuntabilitas. “Pembaharuan ini menjadi refleksi bagi FEB UM untuk terus meningkatkan continuous improvement dalam pelayanan pendidikan,” tambah Dr. Satia.
Langkah ini selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya tujuan ke-4, yaitu pendidikan berkualitas. Dengan standar mutu yang tinggi, FEB UM tidak hanya menghasilkan lulusan kompeten, tetapi juga menciptakan ekosistem pendidikan yang adaptif dan kompetitif di tingkat global.
Melalui inisiatif ini, FEB UM mempertegas posisinya sebagai fakultas yang menjadikan mutu pendidikan sebagai budaya dan prioritas utama, sekaligus siap menghadapi tantangan globalisasi di era digital.
Pewarta: Muhammad Ferry Ardiansyah – Mahasiswa S1 Bahasa dan Sastra Indonesia UM
Editor: Muhammad Salmanudin Hafizh Shobirin – Humas UM
