Skip to content

Universitas Negeri Malang

Excellence In Learning Innovation

Pendaftaran SarjanaPendaftaran Pascasarjana
image_pdf
Pembukaan kegiatan oleh Ketua Pengabdian Masyarakat Ibu Lulu’ul Badriyah S.K.M., M.K.M

Trenggalek – Dalam upaya meningkatkan keterampilan dan kemandirian ekonomi masyarakat, Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Negeri Malang (UM) menggelar pelatihan pembuatan abon rebung aneka rasa di Desa Dilem Wilis, Kabupaten Trenggalek, Rabu (25/6). Program ini melibatkan kolaborasi lintas disiplin dari tiga fakultas UM: Fakultas Ilmu Keolahragaan, Fakultas Vokasi, dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis.

Pelatihan yang dihadiri ibu-ibu dari Kelompok Wanita Tani (KWT) Dilem Wilis dan staf Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Trenggalek ini dibuka oleh Kepala Bidang Ketahanan Pangan, Eko Prasetyo Maheruwanto, SP, M.MA. Dalam sambutannya, Eko menyampaikan apresiasi kepada UM atas dukungannya dalam pengembangan pangan Beragam, Bergizi Seimbang, dan Aman (B2SA). Sebagai bentuk dukungan nyata, UM juga menyerahkan alat produksi abon rebung kepada masyarakat.

Ketua pelaksana, Lulu’ul Badriyah, S.K.M., M.K.M., menjelaskan bahwa pelatihan ini memanfaatkan rebung sebagai bahan dasar abon. “Biasanya abon dibuat dari daging hewani. Namun, kami menghadirkan inovasi abon rebung sebagai pilihan vegetarian dan alternatif produk bernilai ekonomi tinggi,” ujarnya

Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada teknik produksi, tetapi juga mencakup pemasaran dan branding yang disampaikan oleh Ana Dhaoud Daroin, S.Pd., M.Pd., dengan dukungan mahasiswa D4 Tata Boga Fakultas Vokasi. Materi ini dirancang agar produk olahan lokal dapat bersaing di pasar dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Untuk mengukur efektivitas pelatihan, tim pelaksana melakukan pre-test dan post-test kepada peserta. Hasilnya menunjukkan peningkatan pengetahuan signifikan, yang menjadi acuan untuk program serupa di masa depan.

“Dengan pendekatan multidisiplin, kami berharap masyarakat tidak hanya mahir memproduksi, tetapi juga memahami strategi pemasaran. Ini penting agar abon rebung dapat bersaing di pasar,” tambah Lulu’ul.

Pelatihan ini mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) terkait pengentasan kemiskinan dan pengembangan ekonomi lokal. Tim UM optimis inovasi ini membuka peluang usaha baru, menciptakan lapangan kerja, dan membangun kemandirian ekonomi masyarakat Desa Dilem Wilis.

Pewarta: Rimala Maulina – Internship Humas UM
Editor: Muhammad Salmanudin Hafizh Shobirin – Humas UM

Share it