
Malang – Kesadaran terhadap risiko kecil dapat menyelamatkan nyawa. Prinsip inilah yang diusung Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang (FIS UM) saat menggelar Pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada Jumat (11/7) di area parkir FIS. Pelatihan ini menyasar tenaga kependidikan (tendik) dan petugas cleaning service sebagai garda terdepan dalam menghadapi potensi bahaya di lingkungan kampus.
Wakil Dekan II FIS UM, Dr. Deny Yudo Wahyudi, S.Pd., M.Hum., menegaskan bahwa pelatihan ini bertujuan membekali peserta dengan pengetahuan dasar agar siap menghadapi kondisi darurat, seperti kebakaran. “Mereka adalah orang pertama yang akan berada di lokasi saat insiden terjadi. Maka, pengetahuan dasar keselamatan wajib dimiliki,” ujarnya.
Materi pelatihan disampaikan oleh M. Cholis, meliputi teknik pemadaman api, jalur evakuasi, hingga pemeriksaan rutin instalasi listrik. “Jika kabel rusak dibiarkan, itu bisa memicu kebakaran. Dari hal sederhana seperti inilah keselamatan besar dapat dijaga,” jelas Cholis. Ia menekankan pentingnya kewaspadaan dan refleks tanggap risiko.

Pada sesi praktik, peserta menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) yang telah melewati masa berlaku sebagai media simulasi. “Latihan ini bukan sekadar teori, tetapi membentuk kesiapan refleks jika kondisi darurat benar-benar terjadi,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, FIS UM berharap tercipta budaya kerja yang aman, siaga, dan tanggap risiko. Pelatihan ini mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-3 tentang kehidupan sehat dan sejahtera serta poin ke-11 tentang lingkungan kerja yang berkelanjutan dan tangguh terhadap bencana.
Pewarta: Eka Dyah Febriyanti – Internship Humas UM
Fotografer: Muhammad Raffa Andarra Putra – Internship Humas UM
