
Malang – Peluang publikasi ilmiah dan isu artificial intelligence (AI) menjadi sorotan dalam The 7th International Conference on Art, Design, Education, and Cultural Studies (ICADECS) yang digelar oleh Departemen Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang (UM), pada Rabu (6/8). Mengusung tema Digital Narratives and Hybrid Realities, konferensi ini diikuti 210 peserta secara daring, mayoritas mahasiswa tingkat akhir dan pascayudisium.
ICADECS 2025 membuka ruang strategis bagi mahasiswa angkatan 2021 dan 2022 untuk membangun rekam jejak akademik menjelang kelulusan. Salah satunya melalui pengiriman naskah ilmiah yang akan diproses untuk publikasi di prosiding ber-ISSN, kanal KNE, maupun jurnal Sinta 3 JADECS (Journal of Art, Design, Education, and Cultural Studies).
“Keunikan ICADECS kali ini adalah adanya jalur akademik bagi mahasiswa yang sedang menyusun skripsi dan ingin lanjut studi magister. Ini bentuk fasilitasi akademik sebelum wisuda,” ujar Andreas Syah Pahlevi, S.Sn., M.Sn., Sekretaris Departemen Seni dan Desain UM.
Tujuh subtema utama dihadirkan, antara lain AI and Deep Learning in Creative Practices, Immersive Storytelling and Virtual Narrative, serta Sustainability and Digital Practice. Isu-isu ini dinilai relevan dengan perkembangan dunia digital yang makin terhubung dengan kecerdasan buatan dan budaya partisipatif.
“Tahun ini yang istimewa adalah tema Hybrid Realities—membahas narasi digital yang semakin digital-minded, termasuk penggunaan AI dalam praktik seni dan desain kontemporer,” tambah Andreas.
Empat pembicara kunci hadir dalam konferensi ini, yaitu Prof. Dr. Yuh-Wen Chen (Da-Yeh University, Taiwan), Dr. Jasmin Pfefferkorn (University of Melbourne, Australia), Dr. Mohamad Fitri Bin Mohamad Haris (Universiti Utara Malaysia), dan Dr. Ike Ratnawati dari Universitas Negeri Malang.
Konferensi tahunan ini diharapkan terus digelar sebagai wadah kolaborasi akademik internasional. “Mudah-mudahan tahun depan bisa melibatkan narasumber dari Eropa. Tujuannya tetap: memberikan kontribusi akademik dan sosial yang nyata di bidang seni dan desain,” pungkas Andreas.
Pewarta: Inayah Amalia Taufani – Internship Humas UM
Fotografer: Muhammad Ghifariansyah – Internship Humas UM
Editor: Muhammad Salmanudin Hafizh Shobirin – Humas UM
