Skip to content

Universitas Negeri Malang

Excellence In Learning Innovation

Pendaftaran SarjanaPendaftaran Pascasarjana
image_pdf
Mahasiswa yang tergabung di CLS menyuguhkan ragam pertunjukan: tari tradisional yang penuh energi, permainan gamelan harmonis, hingga lagu berbahasa Indonesia yang dibawakan penuh percaya diri.

Malang – Sorak kagum dan tepuk tangan meriah memenuhi Gedung D17 Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang (UM) saat 25 mahasiswa asal Amerika Serikat memamerkan kemahiran berbahasa Indonesia dan seni tradisional, Rabu (14/8). Acara ini menjadi penutup Program Critical Language Scholarship (CLS) 2025 yang berlangsung selama dua bulan di UM.

Program CLS merupakan beasiswa penuh dari Pemerintah Amerika Serikat, diikuti mahasiswa dari 16 negara bagian, mulai dari Hawai hingga California. Tahun ini, pembelajaran dirancang secara terpadu: peserta tidak hanya belajar bahasa Indonesia di kelas, tetapi juga seni dan budaya seperti gamelan, tari tradisional, batik, serta kuliner Nusantara. Mereka juga mengikuti kunjungan budaya ke berbagai lokasi, termasuk kampung tematik di Malang dan Blitar.

Direktur BIPA UM, Dr. Gatut Susanto, M.M., M.Pd., menyampaikan kebanggaannya. β€œIni tahun ke-16 UM dipercaya menjadi tuan rumah CLS. Tema tahun ini terinspirasi dari nama-nama kerajaan di Indonesia. Antusiasme peserta luar biasa, dan kemampuan bahasa Indonesia mereka berkembang pesat,” ujarnya.

Acara penutupan menyuguhkan ragam pertunjukan: tari tradisional yang penuh energi, permainan gamelan harmonis, hingga lagu berbahasa Indonesia yang dibawakan penuh percaya diri. Penampilan tersebut membuktikan bahwa pembelajaran lintas budaya di UM tidak hanya meningkatkan keterampilan bahasa, tetapi juga memperdalam pemahaman peserta terhadap nilai-nilai budaya Indonesia.

Salah satu peserta, Isabel Friedl dari San Diego, California, mengaku terkesan dengan keramahan masyarakat dan budaya gotong royong. β€œSaya suka kolaborasi dan nilai kekeluargaan di sini. Program CLS menginspirasi saya untuk kembali ke Indonesia dan meneliti lebih dalam tentang kampung tematik,” tuturnya.

Penutupan CLS 2025 di UM menjadi momentum penting yang menegaskan peran UM dalam memperkuat jejaring internasional melalui diplomasi bahasa dan budaya. Kolaborasi ini menjadikan UM bukan hanya pusat pembelajaran bahasa Indonesia bagi penutur asing, tetapi juga jembatan yang mempererat hubungan antarbangsa melalui pemahaman budaya yang mendalam.

Pewarta: Inayah Amalia Taufani – Internship Humas UM
Fotografer: Nabila Nisrina Rihab – Internship Humas UM
Editor: Muhammad Salmanudin Hafizh Shobirin – Humas UM

Share it