
Bondowoso — Ratusan guru Bahasa Indonesia dari SMK negeri dan swasta wilayah Bondowoso mengikuti seminar pengabdian bertajuk “Pelatihan Pembelajaran Digital Berkesadaran Bahasa Indonesia Berbasis Nilai Nusantara” yang digelar Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia wilayah Bondowoso di SMKN 2 Bondowoso, pada Selasa (17/6).
Kegiatan itu bertujuan memperkuat kapasitas MGMP, sekaligus mempromosikan program S2 Pendidikan Bahasa Indonesia. Acara dibuka dengan sambutan kepala sekolah SMKN 2 Bondowoso dan kata pengantar dari Pembina MGMP, Sujianto, M.Pd., yang menekankan pentingnya adaptasi guru terhadap teknologi tanpa mengabaikan kearifan lokal. “Guru harus mampu memadukan digital tools dengan nilai-nilai nusantara agar pembelajaran tetap kontekstual,” ujar Sujianto.
Ketua MGMP, Achmad Muzakki, S.Pd., memaparkan arah kerja organisasi dan menyatakan komitmen memperkuat jejaring antarsekolah. Presentasi kontekstual disampaikan oleh Nurul Amanah, S.Pd., dan Yudi Kurniawan, S.Pd. (Kepala Sekolah), yang menyorot praktik pembelajaran di SMK dan kebutuhan materi yang relevan bagi peserta didik vokasi.
Materi inti disampaikan oleh akademisi Universitas Negeri Malang: Dr. Karkono, M.A.; Moh. Safii, M.Kom.; dan Dr. Didin Widyartono, M.Pd. Mereka membahas strategi desain bahan ajar digital, pemanfaatan platform online dan offline, serta peluang lanjut studi S2 untuk peningkatan profesionalisme guru. “Program S2 dapat menjadi jalan bagi guru memperdalam kompetensi pembelajaran berbasis teknologi dan budaya lokal,” kata Dr. Karkono.
Dari diskusi muncul rekomendasi strategis: menjadikan seminar serupa sebagai kegiatan berkala (baik online maupun offline), memperkuat kerja sama antara MGMP dan perguruan tinggi sebagai mitra, serta mengembangkan modul ajar yang mengintegrasikan nilai-nilai nusantara.
Ketua MGMP menegaskan, “Kami akan menindaklanjuti dengan rencana pelatihan triwulanan dan pilot modul di beberapa SMK.”
Kegiatan ini selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDG 17 (Kemitraan untuk Tujuan), karena meningkatkan kualitas pengajaran dan memperkuat kolaborasi antar-institusi.
Editor: Muhammad Salmanudin Hafizh Shobirin – Humas UM
