
Malang – Masa depan pendidikan diyakini tak bisa dilepaskan dari kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Keyakinan itu mencuat pada Closing Ceremony International Training Workshop on “STI Policy: Artificial Intelligence for Climate Learning Futures” yang digelar di The Shalimar Boutique Hotel, Rabu (24/9).
Kegiatan internasional yang berlangsung sejak Senin (22/9) ini merupakan kolaborasi ISTIC-UNESCO, NAM S&T Centre, dan Universitas Negeri Malang (UM), dengan menghadirkan delegasi dari 13 negara.
Direktur Jenderal Sains dan Teknologi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Indonesia, Prof. Dr. Ahmad Najib Burhani, M.A., menegaskan AI berdampak luas pada pendidikan. “AI bukan hanya persoalan teknis, tetapi juga menyentuh dilema mendasar tentang hakikat pembelajaran dan kreativitas. Kita perlu mendefinisikan ulang konsep pendidikan di era AI,” ujarnya. Ia menambahkan, respons global terhadap AI beragam, mulai dari skeptis hingga pragmatis.
Prof. Dr. Hariyono, M.Pd., Rektor UM, menilai forum ini menjadi momentum strategis untuk memperkaya dialog internasional. “Kehadiran para ahli dari berbagai dunia mencerminkan pertukaran gagasan yang kaya dan bermakna dalam membangun visi pendidikan yang lebih transformatif, termasuk pemanfaatan AI bagi keberlanjutan dan masa depan iklim,” ungkapnya.
“Hari pertama kami membahas dasar kebijakan STI, hari kedua mengenal tools AI, dan hari ketiga mempraktikkan ringkasan kebijakan,” ujar Hannah Norazharuddin, Senior Program Officer ISTIC-UNESCO. Ia menambahkan, hasil kegiatan ini siap diterapkan di negara peserta untuk mendukung arah kebijakan pendidikan.
Kegiatan internasional ini ditutup dengan komitmen bersama memperkuat peran AI sebagai instrumen transformatif sekaligus membuka jalan kolaborasi global. Forum ini menegaskan keseriusan lembaga pendidikan dan organisasi dunia dalam menghadapi tantangan pendidikan masa depan melalui integrasi teknologi cerdas.
Pewarta: Eka Dyah Febriyanti – Internship Humas UM
Fotografer: Agil Afzal Mahfud – Internship Humas UM
Editor: Muhammad Salmanudin Hafizh Shobirin – Humas UM
