
Malang – Mengawali langkah dengan optimisme kuat, Universitas Negeri Malang (UM) dan Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Tanah Papua meneguhkan komitmen transformasi melalui kegiatan Monitoring dan Evaluasi Pendampingan Tahun 2025 yang digelar Selasa (2/12) di Hotel Santika Premier Malang. Pertemuan ini menjadi ruang evaluasi capaian sekaligus perumusan arah kerja menuju 2026.
Rektor UM, Prof. Dr. Hariyono, M.Pd., menegaskan pendampingan ini membawa mandat penting bagi masa depan ISBI Tanah Papua.
“Tema kita adalah Transformasi Tridharma dan Tata Kelola Adaptif untuk kesiapan ISBI Tanah Papua sebagai PTN-BLU. Sebuah bangsa dan institusi bisa berubah besar jika konsep berpikirnya diubah,” ujarnya.
Rektor Universitas Negeri Malang tersebut juga menekankan kesetaraan kemitraan serta pentingnya kolaborasi riset, penyusunan SAKIP, hingga pengembangan program studi multidisiplin.
“Perencanaan 2026 tidak hanya mencerahkan ISBI Tanah Papua, tetapi juga UM. Dampaknya harus dirasakan Jawa, Papua, bahkan Indonesia,” tegasnya.
Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh pimpinan UM, diantaranya Wakil Rektor I Prof. Dr. Ibrahim Bafadal, M.Pd.; Wakil Rektor II Prof. Dr. Puji Handayati, S.E., Ak., M.M., CA., CMA.; Wakil Rektor IV Prof. Ir. Arif Nur Afandi, S.T., M.T., MIAEng, MIEEE., Ph.D.; serta Sekretaris Universitas Prof. Drs. I Wayan Dasna, M.Si., M.Ed., Ph.D.
Perwakilan dari ISBI Tanah Papua dihadiri langsung oleh Rektor Prof. Dr. Stefanus Hanggar Budi Prasetyo, S.Sn., M.Si., yang turut didampingi oleh Wakil Rektor I, Dr. Yulini Rinantanti, M.Ed. Dalam sambutannya, Rektor ISBI menyampaikan rasa haru,
“Pendampingan UM memberi titik terang. Mindset kami berubah dari ego tinggi menjadi siap berkolaborasi. Setelah 10 tahun tertatih, pendampingan ini memberi hasil nyata,” ungkapnya.
Kedatangan Rektor ISBI Tanah Papua tersebut juga Evaluasi 2025 mencakup penguatan SAKIP, penyusunan pakta integritas, peningkatan mutu akademik, dan persiapan program studi baru. Pada agenda perencanaan 2026, disampaikan tiga fokus besar: penyusunan Renstra Bisnis (Renstrabis) dan pembangunan Zona Integritas (ZI), penguatan kurikulum dan sistem penjaminan mutu, serta penguatan ekosistem riset termasuk matching fund dan akreditasi jurnal.
Rencana ZI ISBI Tanah Papua 2026 meliputi tiga tahap: pencanangan melalui penandatanganan Pakta Integritas; pembangunan ZI melalui pembentukan tim, kampanye integritas, dan pengembangan laman ZI; serta tahap pengusulan melalui Lembar Kerja Evaluasi, penilaian internal, dan pengajuan ke TPSK Dikti.
UM juga memberikan dukungan konkret. Wakil Rektor II menyampaikan bahwa biaya penelitian dan publikasi ditanggung 90% oleh UM dan 10% oleh ISBI Tanah Papua.
Pertemuan ditutup dengan komitmen bersama bahwa transformasi ISBI Tanah Papua bukan sekadar target administratif, tetapi gerakan kolektif untuk membangun perguruan tinggi yang unggul dan berdaya saing.
Pewarta: Ahmad Farhan Setiawan – Humas UM
Editor: Aliza Nur Sabila – Humas UM
