Malang – Langkah strategis ditempuh Universitas Negeri Malang (UM) dalam memperluas jejaring akademik global. Melalui program EQUITY skema inbound, Kepala UPT Perpustakaan UM, Dr. Nurenzia Yannuar, menghadirkan Marian Klamer dari Leiden University dalam forum Decolonising Knowledge Production di PustakaKafe, Jumat (20/2).
Kehadiran akademisi bereputasi internasional tersebut tidak sekadar menjadi pembicara tamu. Selama sepekan, Prof. Klamer menjalankan agenda kolaborasi intensif bersama dosen dan mahasiswa lintas disiplin. Diskusi terbuka, kuliah tamu, hingga perumusan riset bersama digelar untuk memperkuat internasionalisasi UM.
“Kegiatan ini sangat bagus dan penting karena menghadirkan pakar terbaik di bidangnya untuk berbagi ilmu pengetahuan berkualitas kepada seluruh sivitas akademika UM,” ujar Nurenzia.
Berbeda dari forum akademik yang bersifat seremonial, kolaborasi ini berlanjut pada penyusunan proposal penelitian bersama tim Fakultas Sastra UM. Draft proposal telah diajukan untuk pendanaan, disertai penyusunan paper kolaboratif sebagai luaran ilmiah terukur. Skema inbound dinilai memberi ruang transfer pengetahuan yang lebih mendalam dan berkelanjutan.
Menurut Nurenzia, model kolaborasi semacam ini mempercepat lahirnya jejaring riset konkret sekaligus memperkuat posisi UM dalam peta akademik global. Ia menegaskan, perpustakaan kini bertransformasi menjadi pusat kolaborasi dan laboratorium gagasan interdisipliner.
“Perpustakaan harus menjadi mitra strategis dalam riset dan kolaborasi akademik,” tegasnya.
Penguatan kolaborasi internasional ini sejalan dengan komitmen UM terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Melalui program EQUITY, UM mendorong produksi pengetahuan yang inklusif, kolaboratif, dan berdampak global.
Ke depan, Nurenzia berkomitmen memperluas akses hibah internasional agar lebih banyak akademisi dunia berkolaborasi dengan sivitas UM. Strategi ini diharapkan memperkuat diplomasi akademik kampus sekaligus meningkatkan reputasi riset dan publikasi ilmiah UM di tingkat internasional.
Editor: Muhammad Salmanudin Hafizh Shobirin – Humas UM
