Malang — Fakultas Sastra (FS) Universitas Negeri Malang (UM) melalui program Asistensi Mengajar Internasional (AMI) Thailand 2026 membuka peluang pengalaman mengajar internasional bagi mahasiswa. Program tersebut disosialisasikan kepada mahasiswa pada Kamis (5/3) melalui pertemuan daring via Zoom yang membahas skema program, persyaratan, hingga tahapan seleksi peserta.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya FS UM mendorong mahasiswa memperluas pengalaman akademik sekaligus meningkatkan kompetensi global. Melalui program tersebut, mahasiswa berkesempatan terlibat langsung dalam kegiatan pembelajaran di sejumlah sekolah di Thailand.
Wakil Dekan III FS UM, Prof. Dr. Kusubakti Andajani, M.Pd., menegaskan bahwa fakultas berkomitmen memperluas ruang internasionalisasi bagi civitas akademika. Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dalam program lintas negara menjadi langkah penting dalam meningkatkan daya saing lulusan.
“Fakultas Sastra saat ini bersemangat memotivasi mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan agar mendedikasikan dirinya dalam lingkup internasional,” ujarnya.
Program AMI Thailand sendiri bukan kali pertama diselenggarakan oleh FS UM. Kerja sama yang telah terjalin dengan sejumlah sekolah di Thailand menjadi alasan utama negara tersebut dipilih sebagai lokasi pelaksanaan asistensi mengajar setiap tahunnya.
Pendamping Program Pertukaran Pelajar FS UM, Iwa Sobara, S.Pd., M.A., menjelaskan bahwa program ini memberikan manfaat akademik sekaligus pengalaman lintas budaya bagi mahasiswa. Selain praktik mengajar, peserta juga dapat memahami sistem pendidikan serta budaya masyarakat di negara tujuan.
“Melalui program AMI, mahasiswa dapat menilai kualitas pendidikan di negara lain sekaligus meningkatkan potensi dan prospek kerja mereka di masa depan,” jelasnya.
Dalam sosialisasi tersebut, FS UM juga menghadirkan alumni peserta AMI Thailand 2025, Isnaini Nur Pangesti dan Anin Saufa yang berbagi pengalaman selama mengikuti program. Mereka menuturkan bahwa kegiatan AMI tidak hanya berfokus pada proses pembelajaran di kelas, tetapi juga membuka kesempatan memahami kehidupan sosial dan budaya masyarakat setempat.
“Proses pelaksanaan AMI tidak hanya kegiatan belajar mengajar, tetapi juga mengenal budaya serta peringatan hari besar Islam di sana,” ungkap Anin.
Melalui program AMI Thailand 2026, FS UM berharap mahasiswa dapat berkontribusi dalam penguatan pendidikan internasional sekaligus memperluas jejaring akademik di kawasan Asia Tenggara. Program ini juga turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 4: Quality Education melalui peningkatan kualitas pendidikan dan pengalaman belajar global, serta Tujuan 17: Partnerships for the Goals melalui penguatan kerja sama pendidikan antara institusi di kawasan ASEAN.
Pewarta: Silvia Manayatul Azizah – Internship Humas UM
Editor: Aliza Nur Sabila – Humas UM
