Skip to content

Universitas Negeri Malang

Excellence In Learning Innovation

Pendaftaran SarjanaPendaftaran Pascasarjana
image_pdf

Surabaya — Ketika ancaman gempa bumi terus menghantui berbagai wilayah di Indonesia, tiga mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) menghadirkan solusi inovatif melalui rancangan gedung tahan gempa yang berhasil mengantarkan mereka meraih Juara 2 kategori Earthquake Resistant Design Competition (ERDC) pada Petra Civil Expo 2026 yang diselenggarakan oleh Universitas Kristen Petra Surabaya.

Prestasi tersebut diraih Tim Songgo Langit yang beranggotakan Moh. Nova Budyansah, Roby Bayu Priyatama, dan Moh. Salman Mubin, mahasiswa angkatan 2024 Program Studi Pendidikan Teknik Bangunan, Fakultas Teknik UM. Mereka berhasil bersaing dengan puluhan tim dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia dalam kompetisi yang menguji kemampuan peserta merancang struktur bangunan tahan gempa yang aman, efisien, dan inovatif.

Keberhasilan ini tidak hanya menjadi pencapaian akademik, tetapi juga menunjukkan kontribusi nyata mahasiswa dalam menjawab tantangan mitigasi bencana di Indonesia. Melalui kompetisi tersebut, mahasiswa memperoleh pengalaman menerapkan ilmu keteknikan secara langsung sekaligus mengembangkan solusi konstruksi yang berpotensi meningkatkan keselamatan masyarakat di wilayah rawan gempa.

Berbeda dengan lomba konstruksi pada umumnya, ERDC menantang peserta merancang miniatur gedung berbahan kayu balsa yang mampu bertahan terhadap simulasi getaran gempa. Dalam proses perancangannya, Tim Songgo Langit mengangkat isu kerentanan bangunan terhadap bencana sebagai dasar pengembangan desain.

“Indonesia merupakan negara yang rawan gempa bumi. Dari banyaknya kasus bangunan yang roboh akibat gempa, kami mencoba merancang struktur yang lebih kuat melalui kombinasi bracing dan sistem struktur yang mampu meningkatkan ketahanan bangunan,” ujar Roby Bayu Priyatama.

Prototipe yang dikembangkan mengusung konsep sederhana namun efektif. Alih-alih berfokus pada kompleksitas struktur, tim memilih mengoptimalkan kualitas sambungan dan efisiensi desain agar bangunan tetap stabil saat menerima beban getaran. Pendekatan tersebut terbukti efektif ketika prototipe mereka mampu bertahan sebagai salah satu struktur terbaik dalam pengujian final yang berlangsung di Pakuwon Mall Surabaya pada 21–23 Mei 2026.

Menurut tim, kekuatan utama desain terletak pada keseimbangan antara ketahanan struktur dan efisiensi material. Konsep tersebut sejalan dengan kebutuhan pembangunan masa depan yang tidak hanya aman, tetapi juga memperhatikan penggunaan sumber daya secara bijaksana.

Meski berhasil meraih prestasi nasional, perjalanan menuju podium tidak berlangsung tanpa hambatan. Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi adalah menyesuaikan kualitas kayu balsa yang tersedia dengan kebutuhan desain yang telah direncanakan. Selain itu, tim juga harus melakukan penyesuaian struktur saat menemukan kendala teknis pada tahap final.

“Kami beberapa kali mendapatkan material yang kualitasnya tidak sesuai dengan kebutuhan desain. Selain itu, saat final kami sempat mengalami kesalahan dalam memahami aspek teknis sehingga harus melakukan penyesuaian pada struktur bangunan,” kata Roby.

Selain performa struktur saat simulasi gempa, dewan juri juga menilai kemampuan presentasi serta efisiensi penggunaan material. Perpaduan ketiga aspek tersebut akhirnya mengantarkan Tim Songgo Langit meraih posisi kedua tingkat nasional.

Bagi ketiga mahasiswa tersebut, capaian ini menjadi bukti bahwa keberanian untuk mencoba dan berkompetisi merupakan langkah penting dalam mengembangkan potensi diri. Pengalaman mengikuti kompetisi nasional juga memberikan wawasan baru mengenai penerapan teknologi konstruksi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

“Jangan merasa minder atau malu untuk menunjukkan potensi diri. Kita tidak akan pernah tahu hasilnya jika tidak berani mencoba melangkah lebih dulu,” pesan Moh. Salman Mubin.

Prestasi Tim Songgo Langit sekaligus mempertegas komitmen mahasiswa UM dalam menghasilkan inovasi yang berdampak bagi masyarakat. Rancangan gedung tahan gempa yang mereka kembangkan tidak hanya menjadi ajang pembuktian kemampuan akademik, tetapi juga berkontribusi pada pengembangan teknologi konstruksi yang lebih aman, tangguh, dan berkelanjutan.

Capaian tersebut sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals / SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui penguatan kompetensi mahasiswa berbasis riset dan inovasi. Selain itu, inovasi ini juga mendukung SDG 11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan melalui pengembangan desain bangunan yang lebih tangguh terhadap risiko bencana, sehingga dapat meningkatkan keselamatan dan ketahanan masyarakat di masa depan.

Pewarta: Rahmatika Putri Rosyidi – Internship Humas UM
Editor: Muhammad Salmanudin Hafizh Shobirin – Humas UM

Share it