Malang – Universitas Negeri Malang (UM) bersama REFO Indonesia membahas peluang kolaborasi pemanfaatan Gemini AI untuk meningkatkan literasi dan kompetensi kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) bagi sivitas akademika, khususnya dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa. Pembahasan tersebut berlangsung di Ruang Sidang Rektor, Graha Rektorat Lantai 8, Senin (21/9), sebagai bagian dari upaya UM memperkuat pemanfaatan teknologi AI secara aman, etis, dan bertanggung jawab di lingkungan perguruan tinggi.
Pertemuan tersebut dihadiri Wakil Rektor IV UM, Prof. Dr. Ahmad Munjin Nasih, S.Pd., M.Ag., beserta jajaran. Dalam kesempatan tersebut, REFO Indonesia sebagai professional development partner Google menyampaikan dukungan kepada UM untuk meningkatkan pemanfaatan Gemini AI melalui pelatihan dan pendampingan bagi dosen serta mahasiswa. Pembahasan ini merupakan kelanjutan komunikasi yang telah dilakukan sejak Mei–Juni 2026 bersama Kepala Subdirektorat Data dan Informasi UM, Dr. Tomi Listiawan, S.Si., M.Pd.
Wakil Rektor IV UM, Prof. Dr. Ahmad Munjin Nasih, S.Pd., M.Ag., menyampaikan apresiasi atas informasi yang diberikan REFO Indonesia mengenai pemanfaatan Gemini AI di lingkungan perguruan tinggi.
“Informasi yang disampaikan akan menjadi pertimbangan untuk kebijakan lanjutan dalam pemanfaatan Gemini di lingkungan UM,” ujarnya.
Menurutnya, pemanfaatan Gemini AI perlu terus diperkenalkan kepada sivitas akademika agar fasilitas yang telah tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal. Teknologi tersebut tidak hanya dapat mendukung aktivitas dosen, tetapi juga membantu mahasiswa dalam berbagai kebutuhan akademik.
Selain pemanfaatan teknologi, aspek keamanan data menjadi salah satu pembahasan dalam pertemuan. REFO Indonesia menjelaskan adanya perbedaan pengelolaan data antara akun institusi dan akun Gmail pribadi. Akun institusi berada dalam kebijakan enterprise education, sehingga data yang digunakan melalui layanan tersebut memiliki pengelolaan yang berbeda dari akun pribadi, termasuk terkait pemanfaatannya untuk pelatihan AI publik. Aspek tersebut menjadi salah satu pertimbangan penting dalam pemanfaatan AI untuk mendukung kebutuhan akademik.
REFO Indonesia juga memperkenalkan skema Gemini Academy melalui pendekatan Training of Trainers (ToT) atau pengimbasan. Melalui skema tersebut, dosen dapat berperan sebagai Gemini Academy Fellow untuk mengimbaskan pengetahuan dan keterampilan pemanfaatan Gemini kepada mahasiswa di kelas masing-masing. Sementara itu, mahasiswa dapat berperan sebagai Gemini Academy Master Trainer untuk membantu memperluas pemahaman mengenai pemanfaatan Gemini kepada mahasiswa lainnya.
Pengembangan kemampuan sivitas akademika dalam menggunakan AI juga diarahkan pada aspek etika dan keamanan. Beberapa hal yang menjadi perhatian meliputi integritas akademik, kemampuan berpikir kritis, kesenjangan literasi AI, keamanan data, serta potensi bias dan hallucination atau keluaran AI yang tidak sesuai fakta.
Pepita Holy Gunawan, tim inti REFO Indonesia, menyampaikan bahwa hingga 2026, REFO Indonesia telah mensertifikasi sekitar 14.000 pendidik di seluruh Indonesia. Melalui Gemini Academy, peningkatan literasi AI tidak hanya diarahkan pada kemampuan teknis dalam menggunakan teknologi, tetapi juga pada pemahaman mengenai penggunaan AI secara bertanggung jawab.
Melalui pembahasan tersebut, UM terus memperkuat literasi dan kompetensi AI sivitas akademika sebagai bagian dari transformasi pendidikan tinggi berbasis teknologi. Pemanfaatan Gemini AI diharapkan dapat mendukung proses pembelajaran dan aktivitas akademik sekaligus mendorong penggunaan teknologi secara aman, etis, dan bertanggung jawab.
Upaya tersebut sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) ke-4 tentang Pendidikan Bermutu, khususnya dalam memperluas akses terhadap pengembangan kompetensi dan literasi teknologi. Penguatan literasi AI juga menjadi bagian dari kesiapan sivitas akademika menghadapi perkembangan teknologi yang semakin memengaruhi dunia pendidikan dan pekerjaan.
Pewarta: Shella Ramadhani Zahra – Internship Humas UM
Fotografer: Muhammad Raffa Andarra Putra – Internship Humas UM
Editor: Muhammad Salmanudin Hafizh Shobirin – Humas UM

