image_pdf
Prof. Dr. Sarwiji Suwandi, M.Pd pakar pendidikan dari Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS)

Malang. Untuk meningkatkan keprofesionalan para mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI)  dalam manajemen pendidikan. Senin pagi (23/9) program studi master dan doktor PBI Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang (UM) mengadakan kuliah tamu. Kegiatan yang dihadiri Prof. Dr. Sarwiji Suwandi, M.Pd pakar pendidikan dari Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) pun membuat para mahasiswa cukup antusias.

Dalam pemaparannya Profesor pendidikan ini memberikan tema Kebijakan, Strategi, dan Praktik Pendidikan Serta Pembelajaran Dalam Penyiapan Tenaga Pendidikan Bahasa Indonesia. Berbagai pengalamannya menyusun program hingga kebijakan di kampusnya pun ditularkan pada para peserta yang dihadiri oleh mahasiswa S1, S2, dan S3 Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia. “Karena kalian kuliah di UM, kalian juga harus tahu kebijakan-kebijakan yang diterbitkan oleh kampus kalian,” ungkap Sarwiji.

Pemberian Cinderamata

Terkait tema tersebut, Sarwiji lebih menekankan pada mencermati setiap regulasi yang berkaitan dengan pendidikan. Mahasiswa diarahkan untuk kembali mebaca peraturan mulai dari peraturan menteri hingga peraturan kampus terkait dengan pendidikan Pendidikan Bahasa Indonesia. “Dari peraturan itu lah kita tahu apa makna pendidikan yang ingin dicapai negara,” ujar pria berkacamata ini.

Selain itu dia pun memberikan wawasan tentang konsep pendidikan yang diharapkan oleh negara. Diantaranya adalah melakukan pembudayaan hingga pemberdayaan pada peserta didik. Hal itu dikatakan cukup lah tidak mudah. Terlebih ditengah-tengah masyarakat peserta didik kini juga digempur oleh tantangan baru yaitu era digitalisasi yang sulit untuk dibendung. “Ini salah satu tantangan pendidikan kita,” terangnya.

Foto bersama Narasumber

Sarwiji juga menekankan bahwa jika ingin mencapai pendidikan yang diharapkan negara maupun kampus melalui regulasi-regulasinya, setiap pendidik dan calon pendidik harus bisa melakukan kerja kolaboratif. Karena jika dikerjakan bersama-sama bisa saling mendukung dan lebih mudah untuk dikerjakan. “Saya pun kepada mahasiswa-mahasiswa, saya tekankan pentingnya kerja kolaboratif,” terang Sarwiji.

Terlebih di era digital ini, publikasi karya menurutnya cukup penting untuk dilakukan. Apalagi kini untuk mengetahui kualitas dan pemeringkatan suatu tingkat pendidikan juga diukur dengan seberapa banyak karya yang dihasilkan diunggah dalam jurnal bereputasi. Entah itu jurnal di dalam negeri maupun luar negeri. “Ini sangat penting, pemeringkatan dilihat dari banyaknya karya yang dibaca dan dijadikan rujukan,” ujarnya.

Untuk bisa mengarah pada hal tersebut, Sarwiji menyarankan pada peserta yang hadir agar lebih giat membaca hasil riset-riset yang kini mudah diakses. Hal ini dilakukan untuk bisa mengembangkan ilmu pendidikan yang dipelajari agar lebih bermanfaat bagi kalangan luas. “Kuncinya banyak membaca riset,” tegasnya.  

Nama                   : Moh. Fikri Zulfikar

Mahasiswa : Pendidikan Bahasa Indonesia Pascasarjana Universitas Negeri Malang (UM)