image_pdf

Asosiasi Profesi Pendidik Ekonomi Indonesia (Aspropendo) bersama Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Negeri Malang (UM) menyelenggarakan tiga agenda sekaligus, yaitu Pelantikan Pengurus, Rapat Kerja, dan Workshop. Kegiatan dilaksanakan selama dua hari di Hotel Santika Malang dan Gedung A20 UM pada hari Rabu-Kamis (20-21/07/2022). Rangkaian acara diawali dengan rapat kerja di hotel Santika Malang, dan pada malam hari dilanjutkan dengan. Sedangkan kegiatan workshop dilaksanakan di Lecture Hall Gedung A20 UM pada pagi keesokan harinya.

Acara dihadiri oleh Dewan Pakar Aspropendo, Prof. Dr. Dwi Atmono, M.Pd., M.Si., Ketua Aspropendo Dr. Aniek Hindrayani, S.E., M.Si., Dekan FEB-UM Prof. Dr. Cipto Wardoyo, S.E., M.Pd., M.Si., Ak., CA., serta Ketua Departemen Ekonomi Pembangunan FEB-UM Prof. Dr. Imam Mukhlis, S.E., M.Si.

Rapat kerja berlangsung secara khidmat dengan membahas hal internal yang mendesak untuk didiskusikan, seperti lama periodisasi kepengurusan Aspropendo, konsolidasi pengurus baru, penyusunan program kerja oleh divisi pengurus pusat, dan finalisasi berupa Pleno Program Kerja Pengurus Pusat. Pelantikan pengurus baru juga berlangsung dengan lancar dan meriah dengan tampilan tari topeng dari mahasiswa Pendidikan Seni Tari dan Musik (PSTM) UM yang kemudian dilanjutkan  serangkaian acara pelantikan.

Dalam sambutannya saat proses pelantikan, Ketua Aspropendo Dr. Aniek Hindrayani, S.E., M.Si., menjelaskan secara singkat perihal sejarah berdirinya Aspropendo. “Aspropendo ini diinisiasi sejak tahun 2009 oleh lima perguruan tinggi. Akan tetapi, kita masih memiliki banyak PR dan harus diselesaikan pengurus baru,” ujarnya.

Selanjutnya Dekan FEB-UM menyambut pengurus baru Aspropendo sekaligus memberikan gambaran hal-hal yang perlu dilakukan untuk Aspropendo mendatang. “Tugas berat menanti pengurus baru. Dunia ini lari tunggang langgang, artinya begitu cepat perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi karena larinya kedua hal tersebut setara dengan lima kali lipat kecepatan dunia pendidikan. Kita harus mempersiapkan apa yang terjadi besok meskipun tidak dapat diprediksi. Apakah kurikulum yang saat ini dilaksanakan sudah membekali peserta didik untuk siap terjun di masyarakat? Artinya bekal yang harus diberikan kepada peserta didik adalah yang menunjang untuk dapat bekerja di segala bidang. Oleh karena itu, yang diajarkan kepada peserta didik bukan hanya kompetensi, tetapi juga kapabilitas,” jelas Prof. Dr. Cipto Wardoyo, S.E., M.Pd., M.Si., Ak., CA.

Pada hari ke dua workshop dilaksanakan secara luring dengan dihadiri seluruh peserta pelantikan di Lecture Hall A20 lantai 9 UM yang membahas tentang perubahan kurikulum SMA yang menyesuaikan dengan kurikulum merdeka. Acara berjalan dengan lancar disertai beberapa diskusi oleh para ahli untuk kurikulum SMA yang lebih baik.

Internship Humas UM -Nahdiatul Affandiah