image_pdf
Wakil Ketua KPK, Laode M. Syarif

Malang. Budaya antikorupsi menjadi hal yang penting di kalangan masyarakat. Dalam rangka membangun budaya tersebut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyelenggarakan Kuliah Umum Antikorupsi dengan tema “Peran Perguruan Tinggi dalam Pemberantasan Korupsi” di Gedung Sasana Budaya, Universitas Negeri Malang (UM), Sabtu (7/9).

Kegiatan tersebut merupakan salahsatu rangkaian kegiatan dari Roadshow Bus KPK 2019 “Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi” yang berkeliling ke-28 kota di Indonesia. Roadshow bus KPK tiba di Malang sejak 6-8 September 2019.

Prof. Dr. AH. Rofi’uddin, M.Pd., selaku Rektor UM

Acara tersebut dimulai pukul 09.00 WIB dihadiri oleh Wakil Ketua KPK, Laode M. Syarif beserta jajarannya dan disaksikan oleh segenap pimpinan UM, perwakilan dosen, tenaga pendidik, dan mahasiswa UM. Prof. Dr. AH. Rofi’uddin, M.Pd., selaku Rektor UM menyampaikan dalam sambutannya bahwa kegiatan kuliah umum ini merupakan wadah kita semua dapat berdiskusi lebih banyak tentang KPK.

Wakil Ketua KPK, Laode M. Syarif dalam kesempatannya sebagai pemateri di kegiatan tersebut memaparkan tentang upaya-upaya yang dilakukan KPK tidak hanya tentang penindakan, melainkan pula pencegahan dan pendidikan. Budaya antikorupsi juga perlu dikembangan di lingkungan perguruan tinggi.

Foto bersama jajaran pimpinan UM dan Wakil KPK

“Tidak hanya mengajarkan teori tentang antikorupsi di matakuliah tertentu, perguruan tinggi juga perlu membudayakan semangat antikorupsi. Oleh sebab itu, peran perguruan tinggi sangat penting dalam pemberantasan korupsi”, ujarnya.

Diskusi dilanjutkan ke sesi tanya-jawab. Dalam sesi tersebut Laode menyapaikan apresiasinya terhadap upaya perbaikan yang dilakukan oleh pemerintah kota Malang untuk menghindari musibah seperti dulu (penetapan 41 anggota DPRD kota Malang sebagai tersangka kasus korupsi, Red.). Pada saat itu, KPK hadir untuk membantu pemerintah. Sekarang setelah didampingi oleh KPK, pendapatan asli daerah Malang meningkat pesat, lalu sistem pengadaan barang dan jasa menjadi lebih baik, dan lain sebagainya.

“Jadi banyak upaya pencegahan dan pendidikan yang dilakukan oleh KPK, akan tetapi tidak terekpos oleh media”, papar Laode.

Diskusi diakhiri dengan tepuk tangan meriah dan foto bersama.

Pewarta: Muhammad Nurrizal Zabawi – Internship humas UM