image_pdf

Malang. Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Malang (UM) sukses menyelenggarakan seminar nasional Sebelah Mata (SEMATA) yang mengangkat tema ”Implementasi DBON Sebagai Upaya Peningkatan Prestasi Olahraga”. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui zoom meeting pada hari Jumat (22/04) pukul 13.00 hingga selesai.

Acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Patriot Olahraga yang dilanjut oleh sambutan dari Ketua Pelaksana SEMATA, M. Nuzulul Romadhoni. Dalam sambutannya, ia berharap adanya seminar nasional ini dapat memberikan manfaat dan pengetahuan baru bagi seluruh peserta seminar. 

Sambutan dilanjutkan oleh Wakil Dekan I FIK UM, Dr. dr. H. Moch. Yunus, M.Kes. yang memaparkan bahwa seiring dengan diterbitkannya peraturan presiden nomor 86 tahun 2021 tentang Desain Besar Olahraga Nasional (DBON), seminar ini merupakan salah satu media bagi para insan olahraga untuk mengetahui lebih lanjut apa itu DBON. DBON sendiri dirancang untuk memberikan arah dan pengembangan keolahragaan nasional secara berkepanjangan serta bertujuan untuk meningkatkan daya saing masyarakat yang nantinya akan mengantarkan Indonesia bersaing di tingkat dunia, seperti pada olimpiade dan paralimpiade internasional. ”Harapannya dengan adanya seminar nasional hari ini para peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk lebih mengenal tentang DBON dapat menciptakan masyarakat yang bugar,” ujar WD 1 FIK.

Seminar dilaksanakan dengan diskusi bersama para ahli, yaitu Dekan FIK UM, Dr. Sapto Adi, M.Kes. dan Dr. Imam Hariadi, M.Kes selaku Komandan Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur (POMPROV JATIM) 2022 mewakili Dr. Mu’arifin M.Pd selaku Wakil Rektor III UM yang juga merupakan Ketua Badan Pembina Olahraga Mahasiswa Indonesia (BAPOMI) Jawa Timur. Agenda bincang-bincang ini dipandu oleh Dosen FIK UM, Nurrul Riyad Fadhli, S.Pd, M.Or selaku moderator. 

Dekan FIK UM menjelaskan bahwa peraturan presiden tentang DPON ini merupakan tindak lanjut dari UU Sistem Keolahragaan Nasional (SKN) nomor 3 tahun 2005 karena dirasa sudah tidak sesuai dengan keadaan keolahragaan nasional saat ini. DPON dibentuk dengan harapan insan olahraga Indonesia dapat berprestasi di tingkat dunia. Dr. Imam menambahkan bahwa BAPOMI sebagai organisasi yang menaungi kegiatan keolahragaan mahasiswa turut serta merancang program-program yang nantinya akan menunjang mahasiswa untuk berprestasi di bidang keolahragaan. ”Alasan sebetulnya dibentuknya DBON ini itu karena minimnya arahan bagi bibit-bibit muda. Sebelum adanya DBON ini sendiri, BAPOMI sendiri sudah melaksanakan program-program yang mendukung hal tersebut bagi parah mahasiswa terutama di Jawa Timur,” paparnya.

Dr. Sapto menambahkan untuk meraih puncak keemasan keolahragaan nasional tidak luput dari kerja sama antara akademisi dengan pelatih. Pada kenyataannya, para akademisi dan pelatih masih asyik di bidangnya masing-masing yang seharusnya keduanya harus saling berkontribusi dalam mewujudkan tujuan DBON di tahun 2045. Dengan begitu, riset dan inovasi yang dilakukan oleh akademisi dapat diterapkan oleh pelatih dalam meningkatkan kualitas bibit-bibit atlet hebat Indonesia.

”Jika dikelola dengan lebih kolaboratif dan koordinatif dengan diwadahi satu kebijakan nasional, saya yakin keolahragaan nasional dapat mencapai puncak prestasinya. Karena sekarang sudah diwadahi, lembaga yang berkepentingan harus saling bekerja sama. Akademisi juga harus menggandeng masyarakat dalam proses dan hasil riset penelitian yang sudah dibuat,” pungkasnya.

Diharapkan dengan sistem pengembangan yang modern, mahasiswa atlet UM dapat turut serta dalam Pekan Olahraga Nasional (POMNAS) 2022 atau bahkan pada jenjang yang lebih tinggi. Keilmuan keolahragaan harus benar-benar dimanfaatkan, seperti memanfaatkan ilmu manajemen dalam mengatur, merencanakan, dan mengontrol kegiatan atlet secara terus-menerus agar dapat meraih prestasi puncaknya.

Seminar diakhiri dengan sesi tanya jawab yang diikuti dengan sangat antusias oleh peserta yang hadir dari berbagai daerah yang ditunjukkan dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan kepada para pembicara. 

Pewarta: Nawal Kamilah Ismail – Internship Humas UM

Editor : Nike V. Yuarko