image_pdf

Malang-Program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) Universitas Negeri Malang dari tahun ke tahun terus berbenah diri, tidak hanya berusaha menaikkan jumlah mahasiswanya, jumlah program, namun juga luas jangkauan negara asal mahasiswanya. Hal ini tercermin dari hasil wawancara Humas dengan Direktur BIPA Dr. Gatut Susanto, M.Pd yang baru di lantik pada bulan Januari 2019 lalu. Mari disimak langkah-langkah yang akan dilakukan Direktur BIPA dalam mengembangkan Program BIPA empat tahun ke depan.

Ke depan target pertama, pengembangan Program BIPA lebih diarahkan untuk meningkatkan jumlah program BIPA. Kedua, menambah jumlah mahasiswa dari program-program BIPA yang sudah ada, baik yang belajar Program Degree (Sarjana S1-S3) maupun Non Degree. Ketiga, memperluas jangkauan negara asing asal mahasiswa. Keempat, meningkatkan mutu layanan dan  fasilitas belajar BIPA di UM ini.

Rencana empat tahun ke depan, BIPA UM akan meluaskan jaringan “sasaran pengembangan BIPA tiap tahunnya memiliki sasaran yang berbeda.  Dua tahun pertama, tahun 2019-2020 akan saya arahkan ke Asia (Asia Selatan, Asia Timur termasuk kawasan Timur Tengah dan Amerika Latin.  Setelah itu, tahun 2021-2022 BIPA UM akan menyasar kawasan Asia tengah dan Eropa. Saat ini jumlah mahasiswa BIPA dari kawasan ini belum ada, padahal ada potensi sangat besar ” ungkap pria asal Blitar ini. 

Pada tahun 2019 BIPA akan melangkah ke daratan Amerika Latin. Pada saat ini kita belum ada jaringan dan mahasiswa dari Amerika latin, namun kita akan coba membuka hubungan dengan Amerika Latin. Kita akan mulai mengadakan pertemuan dengan pimpinan program dan dosen-dosen dari beberapa kampus di Brasil dan Savador. Sebenarnya kami sudah ada pembicaraan tentang program ini dengan kawan dari Brasil dan Savador. Nantinya tidak hanya Brasil dan Savador saja yang akan disasar, akan tetapi negara-negara sebalahnya juga ikut.

Program BIPA yang sudah ada, dan berjalan sampai sekarang itu adalah 1) Program Darmasiswa RI, 2) Program Kemitraan Negara Berkembangan (KNB), 3) Program In-Country, 4) Program Critical Language Scholarship (CLS), 5) Program AMINEF, 6) Program The Indonesian Flagship Language Initiative (IFLI), 7) Indonesian Overseas Program (IOP), 8) Study Abroad Program, dan lain-lain yang kesemuanya berjumlah 12 jenis program. Program-program itu berjalan dengan lancar sampai sekarang. Tahun 2019 ini akan bertambah satu program lagi, namanya program SAKURA, yaitu program pembelajaran bahasa dan budaya Indonesia untuk mahasiswa asal Jepang yang merupakan kerjasama UM dengan Saga University Jepang. Program ini semacam pertukaran mahasiswa dan dosen. Dosen dan mahasiswa dari Fakultas Teknik UM dikirim ke Universitas Saga Jepang dan mahasiswa Saga dikirimkan ke UM.

Kebetulan salah satu dosen di Universitas Saga yang mengurusi program ini sudah saya kenal. Beliau dulu murid saya ketika saya mengajar di Amerika. Ketika bertemu lagi di Malang, dan berbincang-bincang beliau tertarik untuk mengirimkan mahasiswanya ke sini untuk belajar bahasa Indonesia. Di Jepang belum ada pelajaran bahasa Indonesia. Harapannya nanti mahasiswa setelah belajar di sini, dan kembali ke sana akan bisa membantu berdirinya Program BIPA di Universitas Saga. Pada tanggal 17 Maret 2019 nanti ada 6 mahasiswa yang datang dari Jepang untuk belajar di BIPA UM ini.

Tahun ini juga ada program baru dari Taiwan. Program ini sudah kita awali dengan mendatangkan 2 mahasiswa yang sedang belajar di sini. BIPA masih kali pertama  menerima mahasiswa dari Taiwan. Program ini  kebetulan hasil dari pengembangan kerjasama BIPA UM dengan Wenzoa Ursulin of Foreign Languages di Taiwan. Tahun 2018 kemarin kita mendapat undangan ke Taiwan untuk memberikan bimbingan pengembangan tes UKBIPA di sana. Waktu di Taiwan, saya sempat berbicang dengan mahasiswa di sana.  Dari pertemuan itu ada pembicaraan dengan mahasiswa di sana, selanjutnya kita tawari untuk belajar di UM. Hasilnya ada 2 mahasiswa yang belajar di UM satu semester. Mereka belajar Bahasa Indonesia di Taiwan kemudian dilanjutkan belajar di UM. Untuk angkatan pertama yang jumlah masih sedikit ya hanya dua mahasiswa saja. Harapan kita jika  hasilnya baik mereka akan menyampaikan kepada adik kelasnya supaya adik-adik kelasnya menyusul belajar di UM.

Selain program Sakura dan Taiwan, tahun ini kita menyelenggarakan Study Abroad Program. Program ini diikuti oleh mahasiswa dari Kasetsart University Bangkok Thailand.  Selama ini mahasiswa yang belajar di BIPA banyak yang berasal dari Thailand selatan. BIPA ingin mengembangkan program yang mahasiswanya berasal dari daerah lain. Pada tahun 2018 lalu BIPA berhasil mendatangkan mahasiswa dari Universitas Kasetsart  dari Bangkok sebanyak 12 mahasiswa, dan untuk tahun 2019 ini berjumlah 13 mahasiswa.

Penulis: Budiharto- Humas UM