image_pdf
Peraih medali emas bidang Matematika OSM 2020, Rofiud Darojad

Malang. Universitas Negeri Malang (UM) kembali mengukir prestasi di perhelatan Mahasiswa tingkat Nasional melalui Olimpiade Sains Mahasiswa (OSM) . Olimpiade Sains Mahasiswa (OSM) adalah sebuah event kompetisi yang di selenggarakan oleh Pelatihan Olimpiade Sains Indonesia (POSI) dengan tujuan untuk memfasilitasi mahasiswa untuk berprestasi dan menjadi sarana evaluasi kemampuan mahasiswa untuk mengembangkan kapasitas diri dan kompetensi secara mendalam.

Kompetisi ini pun dibuat untuk mendorong mahasiswa tetap berupaya melakukan usaha pendidikan di tengah pandemi Covid -19. Diupayakan dengan adanya kompetisi berbasis ujian online ini (CBT), siswa/i tetap dapat belajar dan berprestasi di tengah kondisi pandemi ini. Olimpiade Sains Mahasiswa (OSM) ini diadakan pada Minggu, 20 Desember 2020.

Piagam Penghargaan OSM 2020

Dalam perlombaan Olimpiade Sains Mahasiswa (OSM) ada 8 bidang perlombaan yaitu Matematika, Fisika Astronomi,Kimia,Biologi,Komputer,Kebumian-Geografi,Ekonomi, dan Bahasa Inggris. Luar biasanya UM berhasil menyabet beberapa medali diantaranya : ROFIUD DAROJAD (peraih medali emas bidang Matematika) NUR LAILIYAH (peraih medali emas bidang Biologi) M DIAN ILHAM AKBAR (peraih medali emas bidang Fisika-Astronomi) ROHMAD HADID QB (peraih medali emas bidang Fisika-Astronomi) MUHAMMAD SUBKHAN SEPTIAN (peraih medali perak bidang Astronomi) MUH IDHAM A (peraih medali emas bidang Kebumian) MUH RAFLI (peraih medali emas bidang Kimia) MUH NUR ALAMSYAH (peraih medali emas bidang Komputer)

Rofiud Darojad salah satu mahasiswa peraih medali emas mengatakan bahwa perlombaan ini diikuti oleh mahasiswa tingakt S1 maupun S2, dan mahasiswa UM tingkat S2 pun juga banyak yang meraih medali di berbagai bidang.

Lanjutnya Rofiud memaparkan bahwa teknis dalam perlombaan ini adalah secara online dengan menggunakan aplikasi cbt di web yang telah disediakan. Untuk pemenang pun terdiri dari medali emas,perak,dan perunggu dengan total peraih medali adalah 30% dari jumlah peserta perbidangnya. Namun yang diumumkan sebagai juara secara live hanya 3 besar perbidang.

“Jadi semisal ada 2505 peserta matematika, sekitar 30% (750an orang) mendapatkan sertifikat. Namun hanya 3 besar yang diumumkan sebagai juara dan mendapat medali, sedangkan sisanya mendapatkan sertifikat sebagai medali” jelas Rofiud.

Rofiud juga mengungkapkan adanya kesulitan dalam mengikuti perlombaan tersebut yaitu masalah jaringan. Karena kendala jaringan ditakutkan tidak stabil, selain itu adanya perubahan jadwal pengerjaan secara mendadak sehingga menyebabkan keterlambatan dalam pengerjaannya.

“Iya walaupun sedikit mengalami kesulitan, saya bisa mengerjakan dengan baik dan maksimal. Alhasil bisa mendapatkan medali dan mengharumkan nama UM tentunya” ungkapnya.

Di tengah masa pandemi yang tak kunjung berakhir, mereka mempergunakan waktu luang mereka dengan sangat produktif. Menurutnya dengan mengikuti perlombaan ini mereka bisa mengasah otak kembali, dan tentunya dengan kerja keras yang maksimal akhirnya mereka bisa membanggakan UM dengan peraihan beberapa medali di berbagai bidangnya.

Rizka Putriana – Internship Humas UM