image_pdf
Dekan FIK UM, Dr. Sapto Adi, M.Kes

Departemen Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi (PJKR) Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Malang (UM) menyelenggarakan Seminar Nasional bertajuk Kurikulum Merdeka PJOK. Diselenggarakan secara daring, seminar diikuti oleh sekitar 304 peserta. Acara ini dihadiri oleh Guru Pendidikan Jasmani, mahasiswa PJKR, para Dekan, dan dosen seluruh Indonesia. 

Seminar dibuka oleh Dekan FIK UM, Dr. Sapto Adi, M.Kes. Dalam sambutannya, beliau mengungkapkan bahwa topik yang diangkat menarik karena membawakan subtema “Merdeka Belajar, Belajar Merdeka atau Masih Belajar untuk Merdeka?” 

“Kebijakan pemerintah relatif baru dalam mengantisipasi perubahan perkembangan teknologi yang begitu masif. Kurikulum merdeka kampus merdeka inilah digunakan untuk mengantisipasi perubahan zaman. Maka dari itu, webinar ini menarik terutama dalam hal pendidikan, ungkap Dekan FIK.

Pada kegiatan ini pemateri datang dari kalangan praktisi dan akademisi yang berpengalaman di bidang merdeka belajar. Sebagai pemateri pertama, Bukik Setiawan selaku praktisi merdeka belajar dan ketua Yayasan Guru Belajar membawakan materi “Esensi dan Hakiki Merdeka Belajar”. Materi meliputi krisis pembelajaran, konsep merdeka belajar, dan praktis merdeka belajar.

Bukik Setiawan menyampaikan bahwa fenomena saat ini, krisis pembelajaran yang terjadi adalah murid-murid terjajah belajar. Masyarakat masih dominan menganut paradigma belajar untuk ujian. Maka dari itu, dibutuhkan pendekatan pendidikan yang progresif salah satunya kemerdekaan dalam pendidikan oleh Ki Hajar Dewantara.

“Merdeka belajar terdiri dari tiga komponen yaitu komitmen, refleksi, dan mandiri. Murid-murid belajar bukan karena perintah dari orang lain tetapi memerintah diri sendiri sehingga memiliki kesadaran untuk belajar. Selain itu, mereka memiliki kekuatan diri sendiri agar bisa menjalankan kesadaran belajarnya. Terakhir, kecakapan dalam menjalankan kesadaran tertib juga diperlukan dalam konsep merdeka belajar,” jelasnya.

Kemudian dilanjutkan pemateri kedua oleh Dr. Agus Mahendra, M.A. selaku Kaprodi PGSD Penjas UPI. Sebagai akademisi, beliau membawakan materi “Implementasi Kurikulum Merdeka pada Mata Pelajaran PJOK di Sekolah. “Penjas dalam kurikulum merdeka diberi peran lebih besar daripada posisi penjas dalam kurikulum-kurikulum sebelumnya. Sehingga penjas memiliki peluang untuk mereformasi diri menjadi penjas yang memiliki paradigma yang berbeda,” jelas Dr. Agus Mahendra.

Pewarta: Novita Eka Andriyana – Internship Humas UM