image_pdf

Malang. Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Negeri Malang (UM) mengadakan ujian kompetensi guna mendapatkan sertifikat BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi) sebagai salah satu bentuk peningkatan kompetensi pada Selasa (15/06/2021). Dilaksanakan secara luring dengan menerapkan protokol kesehatan covid-19 yang ketat, ujian ini merupakan salah satu bentuk kerjasama antara FE UM dengan TUK LSP Teknologi Digital Libmi Mojoagung yang pelaksanaannya dikordinir oleh Creative Center FE.

Peserta yang mengikuti ujian kompetensi ini adalah mahasiswa jenjang S1, S2 maupun S3 dan merupakan kegiatan akhir dari pelatihan yang telah dilakukan secara daring selama 8 kali pertemuan.  Tujuannya kegiatan ini adalah agar lulusan UM mendapatkan sertifikasi kompetensi dan mampu bersaing di era digital.

“Keuntungan dari kegiatan ini adalah rekognisi atau pengakuan sertifikasi kompetensi BNSP yang bisa digunakan sebagai SKPI (Surat Keterangan Pendamping Ijazah). Selain itu, kami berharap di era digital ini UM bisa menjadi leader dan salah satu bentuk lisensi seorang leader adalah tersertifikasi,” ujar Nurhadi Bahri, M.Pd. selaku Asesor Kompetensi bidang Teknologi digital TUK Libmi Mojoagung.

“Menurut kami zaman sekarang telah berubah. Semua melakukan transformasi baru. Dulu segala hal bersifat konvensional, namun sekarang semua beralih ke digital. Mahasiswa dituntut untuk memiliki kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan industri, yakni memiliki standarisasi dan aset diri agar mampu bersaing. Maka dari itu adanya uji kompetensi ini sebagai salah satu bentuk upaya untuk memenuhi hal tersebut,” lanjutnya.

Kesepakatan hasil diskusi antara TUK Libmi Mojoagung dengan Dekan FE, Dr. Cipto Wardoyo, S.E., M.Pd., M.Si., Ak., CA., beserta jajaran pimpinan FE menyatakan bahwa seluruh mahasiswa FE mulai dari jenjang D3, S1, S2 hingga S3 diharapkan untuk mengambil mata kuliah pemasaran berbasis digital dan harus mengikuti ujian kompetensi.

“Semua mahasiswa FE diharapkan mengambil mata kuliah pemasaran berbasis digital dan mengikuti ujian kompetensi agar memiliki sertifikat BNSP. Karena hal ini akan memberikan pengaruh pada pemeringkatan fakultas di UM. Untuk masalah pendanaan akan dilakukan oleh fakultas, atau dari kementrian tenaga kerja atau swadana oleh mahasiswa,” ucap Dekan FE.

Acara ini juga sebagai salah satu bentuk kerjasama antara FEB dengan TUK LSP Teknologi Digital Libmi yang kedepannya diharapkan mampu membantu dan mendukung UM jika memiliki kegiatan uji kompetensi dan training digital marketing. Ditemui di akhir wawancara, Ketua Tim Creative Center FE UM, Dr. H. Ludi Wishnu Wardana, M.M. berharap mahasiswa mampu bersaing di era digital. “Tujuan kegiatan ini adalah peningkatan kompetensi mahasiswa  FE untuk mampu bersaing di era digital 5.0, karena dia sudah dibekali dengan kompetensi digital marketing yang bisa dibuktikan dengan sertifikat uji kompetensi dari BNSP,” pungkasnya.

Pewarta : Luthfi Maulida Rochmah – Internship Humas UM