image_pdf
Walikota Malang Drs. H. Sutiaji dan Ketua LP2M UM Dr. Markus Diantoro, M.Si dalam pembukaan Festival Tempe Kampung Sanan 2019

Malang. Sebuah gebrakan baru telah diciptakan oleh Mahasiswa Jurusan Seni dan Desain Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang (UM) bersama Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UM sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat utamanya Kota Malang. Dengan menggandeng Dinas Perindustrian (Disperin) Kota Malang, pihak UM berhasil menyelenggarakan Festival Tempe di Kampung Sanan pada Minggu (21/04).

Festival Tempe terbuka gratis untuk para pengunjung mulai pukul 08.00 – 22.00 WIB. Penyelenggaran festival ini sekaligus memperingati HUT Kota Malang yang ke 105 dan Hari Kartini.

Festival Tempe tersebut dihadiri Walikota Malang, Ketua Tim Penggerak PKK kota Malang, Ketua LP2M Universitas Negeri Malang, Kepala Dinas Perindutrian, Kepala Dinas Pariwisata, Kepala Dinas Perdagangan dan dibuka langsung oleh Walikota Malang, Drs. H. Sutiaji. Sebanyak 40 stan makanan dan minuman yang separuhnya merupakan olahan tempe seperti burger tempe, nugget tempe, sate tempe dan lain sebagainya turut memeriahkan acara ini. Selain itu, pengunjung akan diajak untuk “Blusukan Kampung” sehingga pengunjung dapat mengetahui bagaimana cara pembuatan tempe dan pengolahan limbah tempe serta bermain game seperti seperti live mural and grafiti, traditional show, Mendol Unik, Hot Soybean Chip, Selfie Ter-unchh, dan Sental Sentil. Tak berhenti sampai situ saja,

Festival Tempe menyuguhkan berbagai macam penampilan yang akan menghibur para pengunjung di Panggung Utama seperti, Traditional Show, Monohero, Fashion Show Anak, Sanan Choir dan berbagai penampilan menarik lainnya.

Deryan Angger, Mahasiswa Jurusan Seni dan Desain Fakultas Sastra UM selaku Ketua Panitia Festival Tempe mengatakan bahwa ide mengggelar Festival Tempe berawal dari ide dosen Jurusan Seni dan Desain Fakultas Sastra UM untuk merealisasikan PKM-M pengabdian masyarakat dengan mengeluarkan semua potensi di Kampung Sanan. “Dengan mengeluarkan semua olahan tempe dan industri kreatif, itu akan menjadi icon baru di Kampung Sanan. Kami juga berharap Festival Tempe ini akan diadakan setiap tahun dengan menambah massa sekaligus stan-stan.” Ujarnya

Dalam sambutannya, Dr. H. Sutiaji, selaku Walikota Malang mengutarakan ucapan terima kasih kepada pihak UM yang telah memberikan pendampingan dan pengarahan kepada masyarakat di Kampung Sanan. “Saya juga memohon pada Lurah/Camat setempat untuk memberikan edukasi, bimbingan, manajemen pengelolaan dan produksi, serta manajemen pemasaran yang berkolaborasi dengan perguruan tinggi seperti UM dan dapat menggandeng PTN lainnya.” Ucap beliau.

Pewarta: Salsabila Esya Kusdianti – Internship Humas UM
Fotografer : Abdul Fattah – Internship Humas UM