image_pdf

Malang. Selama pandemi, mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) melakukan sistem perkuliahan secara daring tanpa bertemu secara langsung dengan civitas akademika, bahkan beberapa di antaranya juga belum pernah menginjakkan kakinya di UM. Pada Senin (25/10/2021) untuk pertama kalinya dalam kurun waktu yang cukup lama, UM melaksanakan perkuliahan tatap muka terbatas yang diutamakan untuk mahasiswa S3 dan S2, serta  S1 angkatan 2020 dan 2021 yang belum pernah merasakan perkuliahan secara luring. 

Gedung Kuliah Bersama (GKB) adalah gedung baru UM yang terdiri dari gedung A dan B dan masing-masing gedung berlantai 9. Menurut PTIK UM, dari lantai 1- 9 sudah tercover Wifi atau internet. Setiap kelas juga telah disediakan jaringan kabel yang bisa dipakai jika jaringan Wifi mengalami gangguan. “Kami akan cek dan pantau selama beberapa minggu ke depan, seharusnya normal dan tidak ada masalah untuk jaringan tersebut.” ujar R.M. Ismail Fahmi, S.Kom dari PTIK UM. 

Beberapa mahasiswa baru angkatan 2021 telah menikmati perkuliahan tatap muka terbatas untuk pertama kalinya di gedung GKB UM. Menurut salah seorang mahasiswa jurusan Teknologi Pendidikan (FIP) 2021, fasilitas di gedung GKB UM sudah sangat lengkap, nyaman, dan memadai.

Rektor UM, Prof. Dr. AH. Rofi’uddin, M.Pd  juga melakukan kunjungan ke GKB pada senin pagi. Beliau menuturkan bahwa dari segi sarana dan prasarana GKB sudah baik. Jika ada kekurangan-kekurangan kecil pun bisa diatasi sehingga keseluruhan kegiatan kuliah tatap muka terbatas hari pertama dapat berjalan dengan baik dan lancar. Prof. Dr. AH. Rofi’uddin, M.Pd  juga mengatakan selain fasilitas GKB yang sudah memadai, protokol kesehatan juga harus diperhatikan dalam perkuliahan tatap muka terbatas. “Dimulai dari scan barcode pada aplikasi PeduliLindungi di pintu masuk gedung GKB, cuci tangan, memakai hand sanitizer, cek suhu tubuh, dan memakai masker adalah hal yang kita prioritaskan pada kondisi saat ini.” pungkasnya.

Pewarta : Risa Ramadania – Internship Humas UM