image_pdf
Kegiatan pengelolaan sampah masyarakat untuk dijadikan dana program literasi (5)

Trenggalek. Mahasiswa memang harus menjadi agen perubahan di tengah-tengah masyarakat. Artinya mereka tidak hanya pandai secara keilmuan namun juga harus berguna di tengah-tengah masyarakat di sekitarnya. Agaknya agen perubahan ditunjukkan oleh mahasiswa Pasca Sarjana Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Negeri Malang (UM), Dyah Ayu Puspitasari ini. Dengan bidang keilmuannya, dia pun menggagas gerakan Program Donasi Sampah untuk Literasi di kampung halamannya, Kabupaten Trenggalek.

Apa itu donasi sampah untuk Literasi? Perempuan yang juga lulusan S1 Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah UM ini mererangkan bahwa progam yang dia rintis merupakan gerakan sadar  lingkungan dengan cara berliterasi. Berbagai kegiatan pun dilakukannya bersama beberapa volunter yang juga ikut andil dalam komunitas ini. “Kami coba ajak masyarakat sadar akan lingkungan dengan sadar berliterasi terlebih dahulu. Sementara ini kami lakukan masih di dua desa, yakni di Desa Salamrejo dan Desa Karangan di Kecamatan Karangan,” ungkap mahasiswi S2 angkatan 2018 ini.

Kegiatan pengelolaan sampah masyarakat untuk dijadikan dana program literasi (2)

Dalam kegiatannya hal pertama yang mereka lakukan untuk meningkatkan kualitas literasi masyarakat adalah dengan mengakrabkan dengan budaya membaca. Melalui gemar membaca diharapkan masyarakat memperoleh informasi mengenai energi terbarukan, pentingnya menjaga ekosistem, dan mengerti cara mengolah limbah dengan benar. Dengan demikian masyarakat akan tahu apa yang harus mereka lakukan untuk menjaga lingkungan. “Karena itulah di komunitas kami konsen menyediakan fasilitas belajar mengenai isu lingkungan untuk masyarakat. Salah satu caranya mendirikan Taman Baca Masyarakat (TBM),” ujar mahasiswi yang juga konsen pada ekologi sastra ini.

Adapun pola aktivitas di TBM yang digagas Diah ini pun bermacam-macam. Mulai dari mengakrabkan masyarakat dengan budaya membaca dan menulis melalui memperkaya koleksi bahan bacaan yang khusus bertamakan ekologi. Selain itu kerap juga diadakan bedah buku hingga pelatihan menulis puisi hingga artikel yang bertemakan ekologi. Tak hanya itu beberapa kegiatan yang sifatnya penyuluhan pun kerap dihadirkan dalam kegiatan mingguan hingga bulanan secara rutin. “Penyuluhan kita lakukan seperti mengadakan pelatihan membuat pupuk kompos hingga membuat produk kerajian dari daur ulang sampah,” terang Dyah.

Kegiatan pengelolaan sampah masyarakat untuk dijadikan dana program literasi (3)

Selain itu Program Donasi Sampah untuk Literasi ini pun juga melakukan pengondisian masyarakat sasaran untuk terlibat aktif menjaga lingkungan. beberapa cara dilakukan seperti memberikan dua tempat sampah kepada setiap KK untuk memilah sampah organik dan anorganik. Tak hanya itu, relawan maupun masyarakat yang mengikuti program ini pun akan mendapatkan sanksi jika melanggar kesepakatan. “Sanksinya juga kami lakukan dengan melakukan kegiatan pro ekologi seperti diwajibkan membuat satu ecobrik menggunakan sampah botol air mineral,”ujarnya.

Kegiatan literasi dari program donasi sampah (2)

Dan yang tidak kalah menariknya adalah dengan mengolah sampah mulai dari membuat kompos dan menjual sampah yang telah dipilah seperti botol kaca dan botol plastik, dana hasil penjualan itupun digunakan untuk sumber dana kegiatan mereka. Sehingga keperluan seperti pengadaan sumber bacaan bertema ekologi hingga pengadaan tempat sampah itupun dari hasil penjualan sampah yang dukumpulkan oleh masyarakat yang disalurkan kepada para volunter tersebut. “Alhamdulillah hingga saat ini program kami masih berjalan,” tegas Dyah.

Nama                   : Moh. Fikri Zulfikar

Mahasiswa : Pendidikan Bahasa Indonesia Pascasarjana Universitas Negeri Malang (UM) 

Alamat        : Desa Krecek, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri.

Nomor HP  : 081226415374