image_pdf

Malang. Kantor Hubungan Internasional (HI) Universitas Negeri Malang (UM) kembali mengadakan Bimbingan Teknis Perjalanan Dinas Luar Negeri (PDLN), yang dilaksanakan pada hari Kamis (11/04) bertempat di Ubud Hotel and Cottage mulai pukul 7.30 – 12.30 WIB. Pelaksanaan Bimtek yang diikuti oleh para pimpinan universitas, fakultas, lembaga dan unit di lingkungan UM ini bertujuan untuk mengenalkan dan menambah wawasan terkait teknis pelaksanaan perjalanan dinas ke luar negeri.

Acara dibuka dengan sambutan dari direktur HI UM, Evi liyanah, S.S., M.A. menyatakan bahwa kegiatan ini mendukung upaya kita agar UM bisa menjadi kampus international. Peserta yang hadir adalah sebanyak 72 orang dengan 4 narasumber. Selanjutnya adalah sambutan dan pembukaan bimtek secara resmi oleh Wakil Rektor IV UM, Prof. Dr. Ibrahim Bafadal, M.Pd. mewakili Rektor UM. Setelah dibuka WR IV menyampaikan komitmen-komitmen UM untuk empat tahun mendatang, seperti naiknya peringkat UM menurut kemenristekdikti, masuknya UM dalam peringkat dunia dan bebapa penghargaan lain yang menjadi komitmen UM. Setelah itu adalah penyerahan Token of Apreciation dari UM kepada para narasumber.

Memasuki acara inti adalah penyampaian materi oleh 4 narasumber. Materi pertama adalah Sosialisasi Kebijakan Perizinan Perjalanan Dinas Luar Negeri (PDLN) yang disampaikan oleh Kementrian Sekertariat Negara, dalam hal ini diwakili oleh Arya Tirto Sumarto selaku Kabag fasilitas kerjasama Teknik dan Dukungan Administrasi, Biro Kerjasama Teknik Luar Negeri. Materi selanjutnya adalah Tatacara Perizinan Perjalanan Dinas Luar Negeri (PDLN) yang disampaikan oleh Ulfiandri, S.H., M.H selaku Kabag Hukum, Kerjasama, dan Layanan Informasi Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).

Materi ketiga adalah mengenai Layanan Dokumen Perjalanan Dinas Luar Negeri PERMENLU no. 2 tahun 2019 oleh Adi Kuntarto, pihak Kementrian Luar Negeri (Kemenlu). Materi terakhir disampaikan oleh Novianto Sulastono, S.H., M.H, pihak Imigrasi Malang mengenai Peraturan Baru Telex Visa dan Pentingnya Exit Permit Only (EPO) untuk mahasiswa asing di Indonesia.

“Kami mengapresiasi kegiatan ini, karena hal ini termasuk bagian fungsi dan tugas kami wajib memberikan sosialisasi mengenai peraturan dan tata cara untuk mengajukan visa atau izin tinggal dan yang lain-lain kepada mahasiswa maupun pelajar asing bisa kita sampaikan secara efektif dan efisien, sehingga meminimalisasi pelanggaran yang terjadi dalam hal keimigrasian,” tutur pihak imigrasi Malang setelah acara terlaksana.

Ulya Fitriya – Intern Humas UM