image_pdf

Manajemen dan Aksi Tanggap Bencana adalah program kerja rutinan yang dilaksanakan setiap tahun oleh Himpunan Mahasiswa Departemen (HMD) Geografi Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Negeri Malang (UM)  untuk memberikan sosialisasi serta edukasi kepada masyarakat. Acara yang dilaksanakan pada Minggu (21/08/22) ini mengangkat tema “Peningkatan Pengetahuan dan ketahanan akan Kebencanaan bagi Masyarakat di Desa Mangliawan”.Pemateri yang dihadirkan dalam kegiatan ini adalah Syamsul Bachri S.Si., M.Sc., Ph.D., selaku  Dosen Departemen Geografi FIS UM, Yulius Dharmawan S.AP. yang merupakan Seksi Kesiapsiagaan Penata Penanggulangan Bencana Ahli Muda Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, dan Abi Walid dan Chilmi Adi Salim yang keduanya merupakan Relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Malang.

Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan serta ketahanan masyarakat dalam penanggulangan bencana banjir, baik saat pra-bencana, bencana, maupun pasca bencana banjir kepada masyarakat desa Mangliawan. Tidak hanya itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terkait mitigasi bencana Banjir di desa Mangliawan. Acara yang dihadiri oleh 25 peserta secara luring di Desa Mangliawan ini dibagi menjadi 4 sesi. Sesi pertama merupakan pembukaan acara, sesi kedua pemateri serta tanya jawab oleh 2 Pemateri dari BPBD dan PMI, sesi yang ke tiga adalah Simulasi dari BPBD, dan sesi keempat adalah penutup.

Sosialisasi ini dibuka langsung oleh bapak Agung selaku ketua RW 09 Desa Mangliawan, yang kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh narasumber. Sesi kedua diisi oleh 3 pemateri yang sangat luar biasa dengan beberapa topik bahasan diantaranya tentang cara meminimalisir dampak yang dirasakan masyarakat setelah terjadi bencana dan rencana pembentukan FPRB untuk Desa Mangliawan pada bulan Oktober mendatang. Selain itu juga dibahas tentang bagaimana cara mengevakuasi satu korban dengan satu penolong, mengevakuasi satu korban dengan dua penolong, satu korban dengan tiga penolong dan seterusnya kepada masyarakat yang terdampak bencana.

Sesi yang ketiga adalah Simulasi dari BPBD, yakni simulasi posko ketika terjadi bencana. Beberapa hal yang disimulasikan antara lain seperti posko atau pos komando yang berfungsi sebagai pusat komando operasi penanganan darurat bencana yang merupakan posko utama di dalam sistem komando penanganan darurat bencana, untuk mengoordinasikan, mengendalikan, memantau dan mengevaluasi pelaksanaan penanganan darurat bencana.

“Dalam sesi simulasi ini saya akan menjelaskan fungsi beberapa pokja yang harus ada ketika terjadi bencana, diantaranya pokja kaji cepat yang memiliki tugas pengkajian secara cepat dan tepat di lokasi bencana dalam waktu tertentu dalam rangka mengidentifikasi cakupan lokasi bencana, jumlah korban, kerusakan prasarana dan sarana, gangguan terhadap fungsi pelayanan umum dan pemerintahan serta kemampuan sumber daya alam maupun buatan serta saran yang tepat dalam upaya penanganan bencana. Terdapat juga pokja perencanaan, pokja evakuasi, pokja huntara, pokja dapur umum, dan juga pokja yankes yang tentunya memiliki peran dan tugas masing-masing di setiap pokja,” jelas Yulius Dharmawan, S.AP.

Output yang dihasilkan dari Manajemen dan Aksi tanggap bencana adalah penyerahan peta kerawanan bencana banjir, pemasangan plang titik kumpul dan plang jalur evakuasi di sekitar rumah warga. Pembuatan dan juga penyerahan peta kerawanan bencana merupakan salah satu aspek dari mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi bencana. Kegiatan penyerahan serta pemasangan plang ini dilakukan oleh anggota HMD Geografi “VOLCANO” bersama dengan masyarakat setempat.

Pewarta: Luthfi Maulida Rochmah – Internship Humas UM.