image_pdf
Foto bersama seluruh keynote speaker

Malang. Fakultas Teknik (FT) Universitas Negeri Malang (UM) kembali menghadirkan Konferensi Internasional ketiga tentang Pendidikan dan Pelatihan Kejuruan (ICOVET) 2019. Konferensi dengan tema “Revitalisasi Pendidikan dan Pelatihan Kejuruan untuk Teknologi Berkelanjutan di Industri 4.0” ini diadakan di Ijen Suites Hotel Malang pada Sabtu (14/10).

Tujuan dari konferensi ini adalah untuk mengumpulkan para sarjana atau pakar internasional yang bekerja di bidang pendidikan kejuruan untuk mempresentasikan penelitian mutakhir terbaru mereka. Konferensi dihadiri oleh empat pembicara utama dari Malaysia, Indonesia, Thailand, dan Taiwan. Lebih dari 100 makalah diserahkan ke ICOVET 2019 dari kontributor di seluruh dunia seperti Indonesia, Malaysia, Thailand, Cina, Taiwan, hingga Korea.

Konferensi ini juga merupakan langkah awal untuk mengamankan masa depan pendidikan yang berkelanjutan, yang akan menjadi platform ideal untuk bertukar konsep, metode, masalah terkini dan temuan penelitian terbaru di seluruh dunia, dan menyediakan dasar untuk hubungan di masa depan antara penelitian dan pendidikan.

Wakil Rektor I UM, Prof. Dr. Budi Eko Sutjipto M.Ed., M.Si membuka kegiatan

Wakil Rektor I UM, Prof. Dr. Budi Eko Sutjipto M.Ed., M.Si menyampaikan bahwa ICOVET adalah bagian dari kontribusi UM kepada dunia pendidikan internasional.

“ICOVET ketiga ini adalah bagian dari kontribusi kami kepada dunia pendidikan internasional. Konferensi ini adalah upaya kami untuk memberikan kembali kepada komunitas yang tumbuh bersama kami dan ASEAN dalam skala yang lebih besar. Secara khusus, bagaimana kita dapat menciptakan masa depan yang berkelanjutan untuk pendidikan kejuruan melalui inovasi dalam pembelajaran, teknologi, dan kebijakan,” ujarnya.

Keynote Speaker pertama Prof. Ts. Dr. Asnul Dahar Bin Minghat,
University Colledge of Islam Malacca Malaysia

Dekan FT UM, Prof. Dr. Marji M.Kes menyampaikan bahwa untuk bersaing dengan negara lain, harus tumbuh dengan pengembangan kebijakan dan teknologi terbaru. Ia juga berharap agar konferensi ini dapat digunakan sebagai pembukaan peluang untuk menciptakan lebih banyak karya untuk masa depan.

“Dengan laju globalisasi yang cepat, kita harus menyadari bahwa kita harus lebih baik untuk bersaing dengan negara lain. Kita harus tumbuh dengan pengembangan kebijakan dan teknologi terbaru untuk mengatasi hambatan yang mungkin timbul di masa depan. Saya yakin bahwa kita dapat meningkatkan kesadaran untuk masa depan pendidikan kita di dunia global. Akhirnya, saya berharap konferensi ini tidak hanya digunakan sebagai forum teknis tetapi juga sebagai pembukaan peluang dan platform baru untuk menciptakan lebih banyak kolaborasi untuk karya masa depan,” tuturnya.

Pewarta: Diana Rahmawati S. – Internship Humas UM

Pewarta Foto: M. Nurizal Zabawi – Internship Humas UM