image_pdf
Dekan Fakultas Sastra UM membuka ISoLEC 2019

MalangMengangkat tema “Creativity and Innovation in Language, Education, and Culture” pelaksanaan International Seminar on Language, Education, and Culture (ISoLEC 2019) berjalan dengan lancar. Kegiatan ISoLEC yang dibuka dengan penampilan tarian tradisional Indonesia ini bertempat di Mahameru Convention Hall, Hotel Aria Gajayana Malang. Kegiatan yang dihadiri oleh Dekan Fakultas Sastra dan Wakil Dekan III Fakultas Sastra ini menghadirkan 5 pemateri dari Indonesia dan mancanegara. Kelima pemateri ini adalah Dr. Diana Feick dari University of Auckland (New Zealand), Prof. Nur Mukminatien dari Universitas Negeri Malang (Indonesia), Assoc. Prof. Ahamad Tarmizi Azizan dari Universiti Malaysia Kelantan (Malaysia), Dr. Clarence Gerald Green dari National Institute of Education, Nanyang Technological University (Singapore), dan  Prof. Yazid Basthomi dari Universitas Malang (Indonesia).

ISoLEC ini merupakan salah satu kegiatan terbesar Fakultas Sastra, yang pada tahun ini tengah menginjak tahun ketiga. Kegiatan yang diharapkan menjadi ikon bagi Fakultas Sastra (FS) ini, bertujuan untuk mempererat kerjasama antar dosen di FS. Hal tersebut dikarenakan pelaksanaan ISoLEC yang melibatkan kelima jurusan di FS untuk berpartisipasi sebagai penanggung jawab kegiatan, jelas Prof. Utami Widiati (14/9).

Para peserta konferensi internasional

Salah satu pembahasan yang dibahas pada kegiatan tersebut adalah Learning Everywhere? Mobile Language Learning Revisited yang disampaikan oleh Dr. Diana Feick. Beliau mengungkapkan bahwa di era digital ini kebanyakan orang belajar bahasa asing melalui internet. Namun, belajar bahasa asing melalui internet tidak menyediakan sarana belajar secara langsung. Dimana belajar bahasa inggris secara langsung ini dapat diartikan berhubungan secara nyata di keseharian, seperti: interaksi di museum, bandara, dan tempat-tempat umum lainnya atau tempat yang multi bahasa, terangnya. Dr. Diana Feick juga menjelaskan bahwa menentukan tempat untuk belajar juga diperlukan, guna untuk membangun minat dalam belajar bahasa asing. Beliau juga menjelaskan bahwa Mobile Language Learning (MLL) di era digital ini akan sangat membantu setiap orang yang akan belajar bahasa asing, terutama bahasa inggris.

“Saya akan merekomendasikan beberapa tempat yang dapat mendukung MLL adalah berasal dari guru dan ruang kelas yang mendukung. MLL itu berhubungan dengan media komunikasi dan teknologi, MLL ini dipengaruhi oleh teknologi yang akan menjadi media pengembangannya dan jika digunakan pada pendidikan maka memerlukan kurikulum yang mendukung”, jelas Dr. Diana. Beliau juga menambahkan keuntungan penggunaan MLL dalam pembelajaran bahasa inggris juga, yakni efisien waktu dan tempat, karena bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja.

Pewarta           : Salsabila Indana Zulfa-Internship Humas UM