image_pdf

Malang 2020. Situasi penyebaran virus Corona Virus Disesase 2019 (Covid-19) di Indonesia masih terus berlangsung. Untuk wilayah kota Malang dan Jawa Timur sendiri jumlah masyarakat yang terpapar masih terus meningkat. Jawa Timur masih belum lolos dari status sebagai zona merah, tidak terkecuali Kota Malang.

Dilansir dari laman Covid19.go.id sampai dengan jum’at 26 Juni 2019 jumlah masyarakat Indonesia yang positif terpapar Covid 19 adalah 50.187 orang dengan korban meninggal dunia mencapai 2.620 orang.

berdasarkan kondisi tersebut maka pada tanggal 15 Juni 2020 lalu disosialisasikanlah Surat Keputusan Bersama Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud RI), Kementrian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI), Kementrian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), dan Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (kemendagri RI) tentang aturan pembukaan tahun ajaran baru. Hasil Keputusan Bersama tersebut menyatakan bahwa pembelajaran untuk jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) akan menjadi jenjang yang paling lama untuk menjalankan pembelajaran dari rumah.

Situasi ini tentu menjadi situasi yang sangat tidak mudah bagi Lembaga PAUD maupun wali murid PAUD di Indonesia. Hasil evaluasi pembelajaran dari rumah yang telah sempat coba  dilaksanakan oleh seluruh Lembaga PAUD di Indonesia telah menyisakan banyak keluhan baik dari guru maupun orang tua.

Masa perkembangan anak usia dini yang menuntut adanya pembelajaran langsung menjadikan guru kesulitan untuk menentukan strategi pembelajaran yang tepat saat anak anak belajar dari rumah. Pemerintah telah menetapkan bahwa tahun ajaran baru akan dimulai tanggal 13 juli mendatang.

Hal ini berarti Lembaga- Lembaga PAUD di Indonesia memiliki sedikit waktu untuk melakukan evaluasi dan merencanakan strategi pembelajaran dari rumah yang efektif bagi anak usia dini.

Menyadari tantangan ini, Dosen Prodi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD) Universitas Negeri Malang (UM) yang juga Mahasiswa S3 Universiti Teknologi Malaysia (UTM), Evania Yafie, S.Pd, M.Pd mengungkapkan pentingnya para pakar Pendidikan anak usia dini untuk hadir dan berdiri di belakang guru guru PAUD Indonesia guna Bersama sama mencari solusi dalam menjawab tantangan selama pandemic ini.

“Guru- guru PAUD saat ini sedang kebingungan, mereka membutuhkan kontribusi kita sebagai orang yang belajar dan meneliti dunia Pendidikan anak usia dini  untuk membantu, mengarahkan, dan membimbing mereka dalam menjawab tantangan pandemik ini” ujar Evania.

“Banyak sekali Lembaga PAUD kita yang nyaris tidak bisa bertahan dalam menghadapi pandemic ini jika kita tidak hadir menguatkan mereka dengan ilmu yang sudah kita pelajari.” Imbuhnya.

Berbekal semangat berkontribusi ini, Evania menggagas diselenggarakannya Webinar estafet untuk menguatkan eksistensi dan kompetensi Lembaga- Lembaga PAUD di Indonesia. Webinar estafet yang diberi nama “Ngobrol Edukasi” ini dimulai dengan penguatan Lembaga Taman Penitipan Anak (TPA)  pada hari Kamis 25 Juni 2020 lalu.

Pada Webinar yang mengangkat tema Tantangan dan Strategi Pengasuhan Tempat Penitipan Anak Selama Pandemi COVID-19 di Era New Normal ini Evania menggandeng koleganya di Prodi PGPAUD UM, Yaitu Rosyidamayani T. Maningtyas, S.Psi, M.Pd untuk Bersama- sama menjadi narasumber dalam webinar tersebut. Webinar yang diperuntukkan bagi penguatan Lembaga TPA ini di moderatori oleh Dessy Farantika, S.Pd, M.Pd yang merupakan alumni S1 dan S2 UM.

Peserta yang mendaftar webinar ini sejumlah 153 orang berasal dari seluruh Indonesia. Untuk mengoptimalisasi kebermanfaatan dari webinar ini, masyarakat yang tidak berkesempatan untuk bergabung dalam webinar ini juga dapat menyimak melalui link youtube: Rosevonia Channel.

Materi Sesi Pertama Webinar Ngobrol Edukasi ini  disampaikan oleh Dosen PGPAUD UM, Rosyidamayani T. Maningtyas, S.Psi, M.Pd. Dosen yang juga aktif di Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Alief Pelita Bangsa Malang ini menyampaikan tentang pentingnya posisi TPA di kehidupan masyarakat serta strategi apa yang sebaiknya dilakukan TPA untuk menjaga eksistensinya, khususnya selama pandemic.

Di sesi kedua, materi disampaikan oleh Evania Yafie, S.Pd, M.Pd. Dosen PGPAUD UM yang juga merupakan kandidat doctor ini menjelaskan Langkah- Langkah strategis apa yang perlu dilakukan  dalam menyelenggarakan TPA di masa pandemic Covid ini.

Kedua materi tersebut mendapat sambutan sangat baik dari peserta. Banyak sekali peserta yang menyatakan rasa syukurnya dapat mengikuti webinar ngobrol edukasi dan memperoleh ilmu yang memang sesungguhnya sedang sangat mereka harapkan beberapa bulan terakhir ini.

“Alhamdulillah terimakasih kepada panitia yg sudah menyelenggarakan acara ini. Materi hari ini sangat membantu kami pengelola TPA, dimana kondisi sekarang yg masih dalam kondisi pandemi ini” ujar Ibu Titin, salah satu peserta webinar dan Pengelola TPA Little Finger.

Webinar estafet ngobrol edukasi sendiri ini akan diadakan kembali pada hari sabtu dengan mengangkat tema Tantangan dan Strategi  Pembelajaran Kelompok Bermain  Selama Pandemi COVID-19 di Era New Normal.

Pewarta : Rosyi Damayani Twinsari Maningtyas , M.Pd – Dosen PG PAUD FIP UM