image_pdf

Malang. Kafe Pustaka Perpustakaan UM terus menjadi jujukan tempat diskusi paling hits dan asyik di Universitas Negeri Malang (UM). Selain terdapat diskusi rutinan setiap minggu, berbagai tema dan diskusi penuh kebaruan pun kerap dihadirkan. Seperti yang terlihat pada Jumat (22/3) malam lalu, ketika komunitas Malang Women Writers’ Society (MWWS) tengah melakukan diskusi asyik membahas Narratives Of Victimhood (Narasi “Dizolimi”) dalam Sastra, Politik, dan Agama.

Komunitas yang rata-rata anggotanya adalah para penulis perempuan ini malam itu terlihat sibuk terkait karya-karya mereka. Ada yang tengah menulis artikel, cerpen, hingga puisi. Tak hanya beberapa ada yang menuliskan karya mereka di rumah juga ketika berada di dalam forum itu para perempuan ini juga menulis karya-karya terbaru mereka. “Seperti saya tadi menulis puisi di tempat, kemudian kita diskusikan,” ujar Firdausya Lana salah satu anggota MWWS.

Perempuan yang juga mahasiswa Pascasarjana Pendidikan Bahasa Indonesia UM ini merasa cukup antusias, karena di dalam forum tersebut mereka saling diskusi dan karyanya banyak diberi masukan oleh sesama anggotanya. Sehingga setelah selesai ditulis dan direvisi dari berbagai sisi, seperti isi dan diksinya, puisi yang dibuatnya pun lantas dibacakan di depan umum. Sehingga para pengunjung  kafe pun bisa mendengar dan melihat penampilan pembacaan puisi yang dibacakan itu. “Di sinilah kami membaca gagasan setiap masing-masing peserta diskusi,” terangnya.

Walaupun rata-rata anggota komunitas ini adalah para penulis perempuan, namun dalam diskusi malam itu juga beberapa laki-laki juga hadir untuk nimbrung berdiskusi. Mereka juga memberikan masukkan dan pertanyaan setelah karya mereka dibacakan secara umum ini. Beberapa peserta laki-laki yang ikut berdiskusi kemarin terlihat juga dari kampus lain seperti dari mahasiswa Universitas Brawijaya (UB). “Walaupun MWWS memang konsen pada kepenulisan perempuan, namun kita juga terbuka jika ada peserta laki-laki lain untuk ikut berdiskusi,” ungkap mahasiswi yang juga sebagai editor buku ini.

Menurutnya di dalam komunitas ini cukup mampu membuatnya terbantu dalam kinerja-kinerja kuliah yang kini tengah ia tempuh di UM itu. Terlebih dia yang memiliki jurusan Bahasa Indonesia kekaryaan seperti sastra ini sangat penting untuk menunjang produktifitasnya. Sehingga selain diskusi, menghasilkan karya adalah program utama dalam komunitas MWWS. Salah satu kegiatannya pun dilakukan seperti Jumat malam itu. “Tujuan kegiatan kami memang berkarya, semoga ini terus kita lakukan dan para karya-karya perempuan bisa terus mewarnai kesusastraan di Indonesia,” tegasnya.        

Nama   : Moh. Fikri Zulfikar

Mahasiswa S2 Pendidikan Bahasa Indonesia Pascasarjana Universitas Negeri Malang (UM)