image_pdf

Para Pimpinan dan Sivitas Akademika Universitas Negeri Malang (UM) yang tergabung dalam Keluarga Besar Warga Nahdlatul Ulama adakan acara Halal Bihalal selepas cuti bersama hari Raya Idul Fitri 1442 H secara virtual melalui platform Zoom Meeting pada Senin (17/05). Acara ini bertujuan untuk memfasilitasi seluruh sivitas akademika UM untuk tetap menjalin silaturahmi dan bermaaf-maafan meski terhalang kondisi pandemi yang belum mereda. Jumlah peserta yang hadir pada acara ini hingga sesi terakhir berkisar 300 orang.

Acara yang diketuai oleh Drs. M. Ishom Ihsan, M.Pd., selaku Koordinator warga Nahdlatul Ulama UM ini berjalan dengan lancar. Diawali dengan pembukaan dan pembacaan tahlil yang dipimpin oleh Prof. Dr. KH. IM. Hambali, M.Pd., dilanjutkan sambutan oleh Rektor UM, Prof. Dr. AH. Rofi`uddin, M.Pd., dan acara inti penyampaian mauidhoh hasanah oleh Dr. KH. Ali Masykur Musa, M.Si, M.Hum., selaku Ketua Umum PP ISNU (Pimpinan Pusat Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama).

Rektor UM, Prof. Dr. AH. Rofi`uddin, M.Pd

Rektor UM yang juga sebagai Pembina Warga NU UM, Prof. Dr. AH. Rofi`uddin dalam sambutan menyampaikan bahwa sebagai manusia kita harus memberikan banyak kemanfaatan bagi orang lain.  “ Hal ini sesuai dengan  hadits nabi yang sangat terkenal, yakni Khairun Nas Anfauhum Linnas artinya sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia. Maka dari itu kita sebagai umat Nabi harus memberikan banyak manfaat kepada siapapun yang ada di lingkungan kita, baik kepada keluarga, institusi, kolega, teman dan lain sebagainya,” ucapnya.

Prof. Musa, menyampaikan mauidhoh hasanah

“Contoh mudahnya adalah dengan memberikan senyuman kepada orang lain ketika berpapasan atau bertemu. Dengan cara ini sama saja dengan membagikan kebahagiaan dan memberikan efek positif bagi siapa saja yang melihatnya. Selain itu semoga kita semua yang hadir ini selalu memikirkan akan hal apa saja yang telah kita lakukan untuk orang lain. Karena sejatinya orang hidup adalah mampu membuat prasasti kehidupannya dan salah satu bentuknya bisa dengan selalu menolong dan membantu orang lain sehingga menjadi berkah dan rahmah,” lanjutnya.

Dalam mauidhoh hasanah, Prof. Musa menyampaikan bahwa Halal Bihalal dilihat dari konteks hubungan antar manusia yakni adanya etika bermu`asyaroh atau bersosial dengan orang lain, yakni harus menerapkan konsep 3 T atau Tawazun (seimbang), Tawasuth (tengah-tengah/netral) dan Tasamuh (saling menghormati). Acara ini ditutup dengan pembacaan doa dan saling sapa pada seluruh sivitas akademika UM yang mengikuti acara.

Pewarta : Luthfi Maulida Rochmah – Internship Humas UM (Mahasiswa Sastra Arab UM)