image_pdf

Malang. Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Malang bersama warga desa Karangrejo kec. Kromengan, Malang kembangkan potensi desa. KKN yang beranggotakan 20 orang ini diberangkatkan menuju desa pada (17/12) sampai 45 hari kedepan. Desa Karangrejo terkenal sebagai sentra jamu, karena adanya sebuah patung seorang perempuan penjual jamu gendong. Jika ditelisik lebih lanjut, mata pencaharian warga desa ini pun nyaris sama semua, yakni mengolah berbagai jenis tumbuhan di alam menjadi bahan pembuatan jamu tradisional. Potensi desa ini yang coba dikembangkan oleh mahasiswa KKN UM untuk memajukan Desa yang berada di kaki gunung kawi ini.

Kegiatan-kegiatan KKN yang dilaksanakan menggandeng beberapa elemen desa seperti Perangkat Desa, Ibu PKK, dan Karang Taruna. Berbagai kegiatan yang dikembangkan diantaranya Mars Desa, Mural, Klinik Kemasan Tari yang merujuk pada potensi desa yang merupakan sentra Jamu. Peserta yang terlibat dalam kegiatan ini 50 orang lebih. Kegiatan yang bertujuan untuk mengembangkan kesadaran warga sekitar tentang potensi desa yang bisa dikembangkan untuk perekonimian desa yang lebih baik.

Prima Virdianti salah satu mahasiswa seni rupa UM 2017 menerangkan pengalamannya selama melaksanakan KKN di Karangrejo.

“Desa ini merupakan desa yang sentra Jamu yang sudah terkenal, namun kurangnya promosi menjadi hambatan yang membuat kurang berkembangnya potensi ini. Upaya dari pemerintah desa untuk menggandeng mahasiswa untuk mengembangkan ini cukup gencar, salah satunya dengan mahasiswa KKN UM ini. Perangkat Desa, Karang Taruna dan Warga sangat antusias dengan adanya KKN ini, karena mereka berharap banyak untuk kemajuan desa. Hal ini menjadi tantangan kami untuk mewujudkan itu,” ujarnya.  

“KKN UM sangat banyak sekali harapan untuk desa ini, mulai dari majunya perekonomian warga desa hingga selesainya program desa wisata yg dicanangkan tahun lalu. Selain itu KKN UM memiliki program kerja untuk membantu desa. Program unggulan kami ini diharapkan memberi dampak agar desa Karangrejo memiliki keistimewaan tersendiri dibanding daerah yang lainnya,” ujarnya.

Pewarta           : Nuri Riskian – Internship Humas UM