image_pdf

Malang. Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) merupakan ajang prestisius yang sudah ada sejak tahun 2012. Kontes ini kembali digelar pada Selasa – Sabtu (24-28/9) di Universitas Negeri Malang (UM) dengan jalur sirkuit JSI (Jl. Jakarta – Jl. Simpang Ijen) kota Malang. Ajang ini diikuti 80 tim yang berasal dari 45 perguruan tinggi seluruh Indonesia. KMHE 2019 mengusung tema “ Utas Awij untuk Alam” yang berasal dari bahasa khas arek malang dengan tujuan menyatukan jiwa untuk kembali melestarikan alam. Kontes ini bertujuan untuk mewadahi kreativitas mahasiswa seluruh Indonesia dalam meracang, membangun, menguji dan mengkompetisikan mobil hemat energi yang ramah lingkungan.

Direktur Jenderal Belmawa Prof. Dr. Ismunandar menjelaskan terkait mobil hemat energi melalui sambutannya.

“Generasi millenial Indonesia harus mampu memproduksi mobil buatan sendiri. Mobil tersebut harus didesain dengan bahan bakar yang aman, hemat, dan menjadi alternatif dalam dunia otomotif. Oleh sebab itu, ajang ini menjadi pendorong mahasiswa dalam menjaga kesinambungan dan ketahanan energi nasional dengan teknologi kendaraan hemat energi yang diciptakannya.”Ungkapnya.

KMHE 2019 terbagi menjadi menjadi 2 kategori antara lain Prototype dan Urban Concept. Mobil yang didesain prototype berguna untuk memaksimalkan aspek aerodinamika sedangkan untuk kategori Urban Concept merupakan kendaraan roda empat dengan tampilan menyerupai kendaraan pada umumnya yang menggunakan bahan bakar Gasoline, diesel, ethanol serta listrik. Tim hanya akan diizinkan untuk bekerja di paddockdari jam 10.00 – 17.30 WIB pada tanggal 24 September 2019 dan jam 07.00 – 17.30 WIB pada tanggal 25 – 28 September 2019.

Kontes ini terdapat tahap scrutineering yang merupakan tahapan pemeriksaan kondisi kendaraan. Terdapat 9 tahapan scrutineering diantaranya massa kendaraan dan driver, dimensi kendaraan, pengereman statis, safety, pandangan dan akses kendaraan, transmisi dan gas buang, saluran bahan bakar, wiring diagram dan kelistrikan, penerangan dan klakson serta tahapan akhir radius belok. Massa kendaraan yang diperbolehkan untuk kategori prototype adalah 140 kg dan massa minimal driver 50kg sedangkan untuk urban concept hanya diperbolehkan massa maksimal sebesar 225 kg dan massa minimal driver 70 kg.

Pada tahap dimensi kendaraan pihak juri memeriksa kondisi panjang, lebar, tinggi kendaraan, track width, wheelbase, ground clearance dan akses masuk kendaraan. Kendaraan akan diletakkan pada bidang miring dengan sudut kemiringan 180 pada tahap pengereman statis. Selain itu, sistem keamanan juga diperiksa meliputi alat pemadam kebakaran, kekuatan seat-belt dan sudut lancip kendaraan untuk tahap safety. Pandangan dan akses kendaraan juga diperlukan pemeriksaan pada bagian depan, samping kanan, spion, samping kiri, kanan belakang dan kiri belakang untuk menjaga kondisi kendaraan tetap aman. Kendaraan juga diperiksa pada bagian engine agar tidak terjadinya kebocoran.

Pada saluran bahan bakar, kondisi katup harus dalam kondisi stabil dengan posisi fuel tank yang dipasang secara vertikal. Electrical Vehicle tegangan maksimal baterai yang digunakan adalah 48 volt dan apabila menggunakan baterai jenis lithium harus menyertakan dokumen.

Pewarta : Said Maulana Ibrahim – Internship Humas UM