image_pdf

Malang. Entrepreneurship telah menjadi bagian dari pembelajaran mahasiswa di kampus sebagai bentuk kesiapan diri memasuki kehidupan masyarakat secara umum. Berkaitan dengan hal tersebut, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang (FIP UM) membentuk program Edupreneurship Center sebagai media bagi mahasiwa FIP untuk mengembangkan bakat kewirausahanya.

Program yang dirilis sekitar Maret 2018 ini terbentuk dengan latar belakang mempersiapkan mahasiwa yang mampu menjadi sosok inovator bagi masyarakat setelah menyelesaikan pendidikan tinggi. Arafah Husna, S.Pd., M. Med. Kom selaku pembina Edupreneurship Center. “Secara umum orientasi mahasiswa ketika sudah lulus adalah sebagai job seeker bukan job creator dan hal inilah yang melatarbelakangi program ini untuk mengubah pola pikir tersebut,” ujarnya.

Konsep Edupreneurship Center ini tidak hanya berorientasi pada wirausaha tetapi juga unsur edukasi serta peran teknologi dalam kombinasinya. Hal inilah yang membedakan Edupreneurship dengan kantin pada umumnya. “Jadi bagaimana wirausaha mahasiswa ini tetap memiliki unsur edukatif dan bagaimana mereka memberikan edukasi kepada pelanggan atau rekan-rekan yang lain,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, pihak Organisasi Mahasiswa (Ormawa) FIP merupakan pengelola dimana setiap Ormawa difasilitasi satu ruangan untuk menjalankan usahanya dan berbagai pihak dapat menitipkan produk atau informasi jasa melalui program ini. Setiap Ormawa akan memperoleh bantuan modal sebesar Rp2.500.000- di setiap awal periode jabatannya.  

Kivnurosyidatul Rohmah salah satu anggota HMJ PLS menjelaskan bagaimana berjalannya program ini.

“Kita awalnya didanai pihak fakultas, jadi dipinjami modal dan di akhir satu periode nanti kita mengembalikan modal tersebut ke pihak fakultas sedangkan labanya masuk ke kas HMJ,” ujarnya.

Ruangan yang berjajar di sebelah utara gedung E2 FIP merupakan lokasi Edupreneurship Center. Terkait produk dan jasa, setiap Ormawa memiliki izin untuk menjalin kerja sama dengan pihak dalam maupun luar kampus. Setiap HMJ diharapkan mampu memperkenalkan ciri khas dari setiap jurusannya melalui layanan jasa ataupun produk yang dihasilkan. Hal ini terkait dengan konsep edukasi yang diharapkan mampu menginovasi pelanggan untuk turut berkreativitas dan berwirausaha.

Salah satunya seperti HMJ Teknologi Pendidikan (TEP) yang menawarkan jasa pengembangan media pembelajaran dan pembuatan video pembelajaran. “Jadi, diharapkan ketika customer datang itu ada semacam pelatihan kecil atau soft workshop tentang bagaimana membuat dan mengembangkan media pembelajaran. Disinilah konsep edupreneurnnya. Kita tidak perlu pelit ilmu dan cukup saling berbagi ilmu saja disini,” jelas dosen jurusan Teknologi Pendidikan ini.

Program Edupreneurship ini diharapkan dapat berkembang lebih baik di setiap tahunnya dan berjalan efektif serta berkelanjutan. Pihak Ormawa juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas program kerjanya dan memuncul inovasi-inovasi baru di setiap tahunnya.

Pewarta           : Andita Eka Wahyuni – Internship Humas UM