image_pdf
Tim SAHAL

Malang. Pandemi mungkin membatasi interaksi sosial, akan tetapi tidak pada ide dan inovasi. Begitupun inovasi yang dilakukan lima mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) dalam mengembangkan media pembelajaran bernama Sahal bagi anak disabilitas Tunarungu di Sekolah Luar Biasa Yayasan Pendidikan Tunas Bangsa Kota Malang (SLB-B YPTB Kota Malang).

Kelima mahasiswa tersebut adalah Muhammad Iksan (Mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab 2020) dengan anggota Luthfi Farihatun Nisa’ (Mahasiswi Pendidikan Bahasa Arab 2019), Nizaz Cahyaning Gesang (Mahasiswi Pendidikan Luar Biasa 2019), Yani Nur Farahim (Mahasiswi Pendidikan Seni Rupa 2019), dan Muhammad Arif Fadlurrahman (Mahasiswa Desain Komunikasi Visual 2020).

Nizaz Cahyaning Gesang, salah satu anggota tim dari jurusan Pendidikan Luar Biasa menjelaskan bahwa Sahal merupakan sebuah media yang berfungsi untuk membantu anak disabilitas tunarungu di SLB-B YPTB Kota Malang dalam belajar membaca Al-Qur’an dan menghafalkannya, khususnya dimulai dari surah-surah pendek pada Juz 30 dalam Al-Qur’an (Juz ‘Amma).

“Program ini dilatarbelakangi oleh problematika pembelajaran Al-Qur’an dan kebutuhan anak di SLB-B YPTB Kota Malang untuk menghafal surah-surah pendek dalam kehidupan sehari-hari yang masih menggunakan media umum. Sedangkan pembelajaran pada anak berkebutuhan khusus memerlukan media yang spesifik atau khusus pula,” jelas Nizaz.

Adapun tahapan pembelajaran dalam buku Sahal sebagai media pembelajaran Tahfidz Juz ‘Amma disesuaikan dengan kebutuhan anak disabilitas tunarungu, diantaranya terdiri dari pengenalan dasar untuk membaca huruf hijaiyyah, latihan-latihan untuk membaca Ayat Al-Qur’an dan tahap menghafal Al-Qur’an yang dikhususkan pada Juz ‘Amma.

Juz ‘Amma dipilih sebagai target pencapaian siswa tunarungu dengan mempertimbangkan kebutuhan dan kegunaannya dalam ibadah sholat maupun aktivitas spiritual sehari-hari serta akses kemampuan anak tunarungu dalam kegiatan belajar dan hafalan.

Sistem pembelajaran dalam buku Sahal menggunakan kombinasi model pembelajaran visual dan kinestetik atau Multimodal Learning Strategies, yang merupakan perpaduan dari visualisasi gambar isyarat tangan dan gerakan dalam mempraktikkan visualisasi gambar tersebut, sehingga dapat menstimulasi anak disabilitas tunarungu untuk mengucapkan atau menciptakan bunyi sesuai apa yang mereka lihat.

Sejauh ini proses pengembangan Sahal sebagai media pembelajaran membaca dan menghafal Al-Qur’an bagi disabilitas tunarungu mendapat dukungan penuh dari lembaga Yayasan Pendidikan Tunas Bangsa Kota Malang sebagai mitra pelaksanaan program.

Adapun media pembelajaran Al-Qur’an bagi anak disabilitas tunarungu berupa buku Sahal ini juga mendapatkan pendanaan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) bidang Pengabdian Masyarakat 2021.

Kehadiran media pembelajaran Al-Qur’an bagi penyandang disabilitas tunarungu berupa buku Sahal ini tak lepas dari bimbingan dosen Sastra Arab yaitu Moh. Fauzan, S.Pd., M.Pd.I dan dosen Pendidikan Luar Biasa Dr. Ahsan Romadlon Junaidi, M.Pd.

Pewarta           : Arya Wahyu Pratama                       – Internship Humas UM