image_pdf
Dr. Ina Mempresentasikan Materi

Malang, Pusat Gender dan Kesehatan dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Negeri Malang mengadakan acara di Aula Graha Rektorat lantai 9 untuk menghadapi era disruptif yang semakin meluas. Acara yang berlangsung mulai dari pukul 08.30-11.30 WIB pada hari Kamis, 28 November 2019. Tema yang diangkat yakni “Visi HAM Menuju Kesetaraan, Produktivitas, dan Keharmonisan Hidup di Era Disruptif” dan diikuti oleh lebih dari 50 mahasiswa S1 yang belum membuat skripsi.

Materi mengenai “Visi HAM Menuju Kesetaraan, Produktivitas, dan Keharmonisan Hidup di Era Disruptif” disampaikan oleh Dr. Ir. Arianti Ina Restiani Hunga, M.Si. Seorang aktivis nasional pemberdayaan masyarakat yang berasal dari Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga. Acara dibuka oleh Dr. Subagio sekaligus menyampaikan beberapa sambutan, beliau melihat realitas yang ada di fakultas teknik dan fakultas ilmu kesehatan sudah imbang antara laki-laki dan perempuan. Hal ini menjadi tanda bahwa gerakan feminisme selama ini telah berhasil, “hakikatnya diciptakannya laki-laki dan perempun untuk membangun negeri bersama-sama” timpal beliau diakhir sambutan.

Pemberian Cinderamata Oleh Dr. Subagio

Dr. Ir. Arianti Ina memulai presentasi dengan memberikan pertanyaan kepada para mahasiswa tentang hakikat mahasiswa. Mahasiswa hakikatnya berbeda dengan pelajar disekolah. Mahasiswa dituntut untuk belajar, menganalisa isu-isu yang ada dilingkungan, serta memberikan solusi yang inovatif untuk mengatasi permasalahan di masyarakat. Beliau juga menegaskan bahwa mahasiswa harus membuat tulisan-tulisan yang bisa di baca oleh seluruh masyarakat, bukan hanya di SCOPUS karena tidak semua masyarakat bisa membacanya. Begitupun kepada para dosen diharapkan turut aktif untuk mengajak mahasiswanya mengadakan penelitian bersama.

Berkaitan dengan HAM beliau menjelaskan bahwa di era milenial ini pemasalahan HAM menjadi lebih kompleks, dikarenakan adanya dunia maya. Mental masyarakat Indonesia belum siap untuk menghadapinya, yakni struktur pikiran masyarakat masih public domestic padahal di dunia maya tidak perlu ada tatap muka serta seseorang dapat bekerja meskipun tidak keluar rumah (melalui gawai atau komputer).

Foto bersama setelah penutupan acara

Kemudian berkaitan dengan isu gender. Kemiskinan perempuan dalam pembangunan negara terlihat dari adanya kekerasan pada perempuan, masih rendahnya kontribusi perempuan, kerentanan kesehatan reproduksi, keterwakilan politik masih rendah, dan Indonesia termasuk negara ASEAN dengan AKI tertinggi. Sesuai dengan realitas, bahwa banyak perempuan yang memiliki pendidikan tinggi namun setelah lulus mereka tidak aktif untuk meneruskan ilmu yang mereka dapatkan di perguruan tinggi yakni hanya menjadi ibu rumah tangga. Menurut Dr. Ir. Arianti Ina kontruksi cara berpikir masyarakat yang harus diubah, berubah untuk produktif sebagai manusia dan produktif sebagai orang tua. Jadi tugas Mahasiswa adalah mengubah konstruk pikiran di masyarakat dengan tujuan untuk memajukan negara Indonesia.

Diakhir acara Dr. Azizatuz Zahro’, S.Pd. M.Pd memberi semangat kepada mahasiswanya untuk giat melakukan penelitian dan pengabdian pada masyarakat dengan membuat PKM (Program Kreativitas Mahasiswa) karena Universitas Negeri Malang siap memberikan dana yang tidak kalah besar jumlah dananya dari Kemeristekdikti.

Pewarta : Ita Sukartina-Mahasiswa Sastra Indonesia