image_pdf

Rektor Universitas Negeri Malang (UM) melakukan visitasi ke Arab Saudi untuk membuka berbagai peluang kerja sama internasional pada Senin-Kamis (22-25/08/2022). Kerja sama dipusatkan pada bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI). Kunjungan kerja tersebut ditujukan untuk Kerajaan Arab Saudi di Riyadh, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah, King Salman Global Academy of Arabic Language, Prince Sultan University, dan Center for Research and Intercommunication Knowledge (CRIK).

Prof. Dr. AH. Rofi’uddin, M.Pd., bersama Ketua Senat Akademik Universitas, Direktur Kantor Urusan Internasional, dan Wakil Direktur Sekolah Pascasarjana diterima oleh Dr. Abdul Aziz Ahmad selaku Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Arab Saudi dan Dr. Badrus Sholeh selaku Atase Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia untuk Kerajaan Arab Saudi. Penyambutan berlangsung di kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia pada Selasa (23/08/2022). KBRI melalui Atase Pendidikan dan Kebudayaan menyatakan siap memfasilitasi Kerja sama internasional UM dengan lembaga-lembaga bereputasi di Saudi Arabia.

“Pertemuan ini mendiskusikan potensi kerja sama dengan lembaga pendidikan tinggi dan lembaga riset di wilayah Kerajaan Saudi Arabia. Tidak terbatas pada bidang Bahasa Arab namun juga bidang ilmu pendidikan, sosial humaniora, sains, dan teknologi,” ungkap Rektor UM.

Pada kesempatan yang sama, dibahas juga rencana pengiriman mahasiswa program magang kependidikan dan non-kependidikan baik sekolah maupun kantor yang dikelola oleh KBRI. Terdapat tiga sekolah Indonesia yang beroperasi di bawah naungan KBRI, yaitu Sekolah Indonesia Riyadh (SIR), Sekolah Indonesia Jeddah (SIJ), dan Sekolah Indonesia Makkah (SIM). Pada kesempatan tersebut, Rektor diminta untuk memberikan workshop secara hybrid terkait Kurikulum Merdeka bagi para guru ketiga sekolah tersebut, diantaranya alumni UM. Direktur Kantor Urusan Internasional juga memberikan materi motivasi untuk para siswa ketiga sekolah tersebut secara hybrid.

Selain itu, Rektor berkesempatan melakukan koordinasi dengan Konsul Jenderal RI di Jeddah, Eko Hartono pada Kamis (25/08/2022). Koordinasi membahas terkait potensi kerja sama dengan perguruan tinggi di wilayah yang diwakili, seperti Jeddah, Makkah, dan Madinah. Kerja sama yang dirintis oleh UM ini akan dikuatkan dengan penandatanganan MoU dalam waktu dekat.

Prof. Dr. AH. Rofi’uddin, M.Pd., beserta anggota delegasi UM juga berkesempatan mengunjungi King Salman Global Academy of Arabic Language di Riyadh. Lembaga ini telah bekerja sama dengan UM sejak 2014 dalam bidang pengembangan Bahasa Arab di Indonesia. Pada kunjungan ini, delegasi UM diterima oleh Sekjen King Salman Global Academy of Arabic Language. Dalam pertemuan ini, Delegasi UM berdiskusi dengan para pimpinan King Salman Global Academy of Arabic Language mengenai potensi kerja sama penelitian, pertukaran dosen dan peneliti, pengembangan jurnal ilmiah, dan juga penyelenggaraan konferensi dan seminar bersama.

Melalui fasilitasi Atdikbud RI, delegasi UM dipertemukan dengan para pimpinan CRIK. CRIK merupakan sebuah lembaga penelitian dan think tank dalam bidang politik dan sosial. Dalam pertemuan ini, delegasi UM diterima oleh Direktur CRIK, Dr. Yahya bin Junaid. “Indonesia sebagai mitra strategis Kerajaan Arab Saudi dalam pengembangan keilmuan. Untuk itu perlu dibangun kerja sama yang kuat dalam bidang penelitian dan publikasi,” ungkap Direktur CRIK dalam diskusi kerja sama tersebut. Sebagai tanda persahabatan dengan UM, CRIK menghadiahkan beberapa buku dan 15 jilid kamus Bahasa Arab untuk menjadi referensi bagi pengembangan Bahasa Arab.

Atdikbud RI juga memfasilitasi diskusi kerja sama antara UM dengan Prince Sultan University, Riyadh. Dalam diskusi bersama O.V.A. Faizal, Direktur Kerja sama Internasional dan Dosen Senior bidang Akuntansi di universitas tersebut, membahas kerja sama pertukaran dosen dan mahasiswa khususnya dalam bidang akuntansi, manajemen, dan pariwisata. Rencana kerja sama ini akan dibahas lebih lanjut dalam pertemuan lanjutan yang kemudian akan dikukuhkan dalam bentuk MoU dan MoA.

Humas UM