image_pdf

Malang. Univeritas Negeri Malang (UM) yang merupakan salah satu kampus terbaik Indonesia memliki sejarah yang panjang, jatuh bangun yang telah dilaluinya. UM didirikan pada 18 Oktober 1954 dengan nama Perguruan Tinggi Pendidikan Guru (PTPG), berubah nama beberapa kali yaitu Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Airlangga , Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) dan terakhir Universitas Negeri Malang atau yang biasa dikenal dengan UM, Banyaknya barang peninggalan yang sangat bersejarah dari kampus ini, sehingga dibuatlah Museum Pembelajaran UM. Pada 18 Oktober 2014 dilakuakn peresmian gedung Museum  dan baru diremikan oprasioanlnya pada 18 Oktober 2018 diberi nama Museum Pembelajaran.

Yang menarik dari Museum UM terdapat kursi dan meja Rektor yang digunakan saat masih bernama IKIP Malang sampai berubah menjadi UM. Kursi meja Rektor ini menjadi saksi sejarah perjuangan dan prestasi saat rektorat masih di gedung I1 yang kemudian berpindah ke gedung A3 dan terakhir ke Graha Rektorat. Pengunaan kursi dan meja Rektor dari gedung saat masih di I1ke A3 dan ketika sudah pindah  ke Graha Rektorat sudah tidak dipakai lagi. Tercatat sembilan  Rektor telah menggunakan kursi dan meja tersebut, bisa dikatakan kursi dan meja itu yang menjadi saksi bisu bagaimana UM berkembang menjadi sebuah perguruan tinggi besar yang dikenal tidak hanya ditingkat nasional, namun juga hingga mancanegara.

Mohammad Yusuf Efendi selaku Kurator museum pembelajaran UM menjelaskan bahwa tujuan berdirinya museum pembelajaraan UM untuk mengenal sejarah berdirinya UM beserta peninggalanya, baik benda-benda yang berkaitan dengan administrasi maupun karya-karya intelektual UM bagi perkembangan ilmu peengetahuan di Indonesia. “Museum Pembelajaraan ini bukan hanya berisi sejarah dan peninggalan UM tetapi juga hasil penelitian yang telah dilakukan oleh para dosen-dosen UM dari masa ke masa,”terangnya.

“Kalu nggak ke museum UM bagaimana kamu bisa bangga dengan UM” tambahanya

Banyak sekali koleksi Museum Pembelajaran UM seperti adanya setempel dari tahun 1954 sampai sekarang, pergantian jas almamater UM  dan yang lain nya. Mahasiswa UM wajib  datang ke Museum UM, untuk belajar dan mengenal jauh UM, bukan hanya melihat indah nya sekarang tapi juga proses untuk menjadi indah. 

Penulis: Agustin Rahayu Intan Berlianti

Mahasiswa Jurusan Sejarah FIS UM