image_pdf

Malang. Mahasiswa Bimbingan Konseling (BK) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Malang (UM) lolos didanai Direktorat Pendidikan Tinggi (Dikti) dalam program Pekan Kreativitas Mahasiswa (PKM) terkait proposal yang berjudul “Motif-Motif Cyberbullying Remaja (Mixed Study Tentang Pola Komunikasi Sosial Media Remaja Malang Raya)”. Penelitian ini bermaksud untuk menanggapi tindakan cyberbullying di Indonesia yang mengalami peningkatan setiap tahunnya

Tim yang beranggotakan Nadya Yaniar Nafis bersama Nur Mega Aris dan Devi Eriska Sari ini melakukan penelitian dengan pengambilan sampel tiga SMA di Malang Raya yaitu SMAN 8 Malang mewakili area Kota Malang, SMA Negeri 1 Batu mewakili area Kota Batu, dan SMA Negeri 1 Kepanjen mewakili Kabupaten Malang. Penitian yang berlangsung pada Maret-Mei 2019 ini dibimbing langsung oleh Dr. Muslihati, S.Ag., M.Pd.

Hasil penelitian didapatkan ada berbagai bentuk cyberbullying “Bentuk-bentuk cyberbullying yang dilakukan para remaja yaitu mengirim pesan penuh amarah, mempermalukan korban dengan mengposting aib, mencemarkan nama baik dengan mengumbar keburukan, membuat berita hoax, dll. Kasus cyberbullying memiliki dampak yang fatal bagi korbannya. Dampak cyberbullying dapat menyerang psikis, mulai dari perasaan malu, tertekan, depresi bahkan berujung bunuh diri. Maka dari itu kami ingin meminimalisir hal tersebut dengan buku bacaan yang akan kami buat,” terang Aris salah satu anggota.

Lanjutnya, Aris menjelaskan bahwa buku berisi tentang motif-motif Cyberbullying yang dapat dijadikan pustaka untuk pembaca mengenai bahaya dan cara mengatasi agar tidak sampai melakukan cyberbullying “Buku ini memberikan informasi terkait cyberbullying secara umum. Selain itu juga menghasilkan model intervensi prevensi dan kurasi cyberbullying berupa RPLBK (Rencana Pelaksanaan Layanan Bimbingan Klasikal) yang terdiri dari prevensi dan kurasi. RPLBK tersebut diserahkan kepada konselor sekolah sebagai pedoman untuk memberikan layanan kepada siswa untuk mencegah dan menanggulangi cyberbullying,” jelas Aris.

Pewarta : Riska Febrianti – Internship Humas UM