image_pdf

Malang. Kolaborasi Social Project yang digelar mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) sukses laksanakan pendistribusian bantuan pada hari kedua (31/3). Kolaborasi ini diikuti oleh seluruh sivitas akademika UM mulai petinggi UM hingga Organisasi Mahasiswa (Ormawa) dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Tidak hanya itu, social project ini juga didukung oleh lembaga kemanusiaan seperti Aksi Cepat Tanggap (ACT), Gerakan Ahli Sedekah (GAS) dan Pemuda Nusa,

Kolaborasi social project yang digelar oleh mahasiswa UM ini berangkat dari rasa empati dan simpati terhadap tenaga medis sebagai garda terdepan yang berjuang membantu masyarakat Indonesia melawan COVID-19. Seperti yang kita ketahui, meningkatnya penyebaran COVID-19 menyebabkan tenaga medis kewalahan berjuang dengan Alat Pelindung Diri (APD) seadanya. Berkat kolaborasi berbagai pihak, social project UM berhasil mengumpulkan dana dalam menjembatani perjuangan tenaga medis hingga masyarakat terdampak. Tidak hanya pendistribusian APD untuk tenaga medis, makanan siap saji pun turut didistribusikan kepada tenaga medis dan masyarakat terdampak.

Koordinator Kolaborasi Social Project UM, Ari Gunawan (S1 Manajemen) menjelaskan bahwa kolaborasi social project hanya bermula dari status whatsapp (WA)  mahasiswa pendidikan tata boga UM yang mengajak dan ingin membantu tenaga medis untuk melawan COVID-19 dengan memberikan makanan produksi mahasiswa tata boga UM. “Saya berinisiatif untuk menyalurkan niat baik mahasiswa tata boga tersebut. Dengan network di beberapa komunitas kemanusiaan akhirnya social project ini berhasil terealisasikan”, jelasnya.

Sesuai dengan maknanya social project merupakan kolaborasi antar pihak untuk saling membantu dalam terlaksananya tujuan utama yakni membantu garda terdepan COVID-19. Apresiasi yang tinggi dari sivitas akademika UM, kalangan mahasiswa dan teman-teman komunitas kemanusiaan lainnya berhasil menghantarkan kebermanfaatan social project yang mereka rancang. Kegiatan ini melebihi target yang ditetapkan, pendistribusian yang semula hanya ditujukan kepada tenaga medis namun juga kepada masyarakat terdampak seperti ojek, tukang parkir, dan pedagang kaki lima lainnya.

Wakil Koordinator Kolaborasi Social Project Fadhila Wahyu Putri (S1 Pendidikan Tata Boga) menjelaskan bahwa mahasiswa tata boga UM ikut berkolaborasi dalam kegiatan tersebut. Sesuai dengan rencana awal, pihaknya akan menyediakan 100 box nasi kotak untuk didistribusikan kepada tenaga medis dan masyarakat terdampak. Proses produksi yang tidak lepas dari kerja sama juga menjadi pertimbangan dengan mengikuti protokol kesehatan dari pemerintah. “Social distancing dalam pandemi seperti ini tetap kami laksanakan, masing-masing koki bertanggung jawab dengan masakan yang dia buat, jadi kita hanya membutuhkan 4 personil di dapur”, jelasnya. Selain rebahan, melalui social project  mahasiswa dapat berkontribusi dengan donasi dana ataupun tenaga seperti volunteer UM.

Pewarta : Siti Nuradilla – Internship Humas UM