image_pdf

Yogyakarta. Lomba Inovasi Digital Mahasiswa (LIDM) 2019 merupakan perhelatan akbar inovasi mahasiswa yang pertama kali telah sukses dilaksanakan. Universitas Negeri Malang (UM) mengirimkan 5 tim terbaiknya untuk bertanding dalam perhelatan ini. Acara yang dilaksanakan di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) ini mempertandingkan 40 tim dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. LIDM 2019 dilaksanakan di Gedung Digital Library UNY (14-16/11) ini menampilkan banyak sekali inovasi dari mahasiswa di Indonesia. LIDM 2019 bertujuan untuk menumbuhkan jiwa inovatif pada mahasiswa agar kelak dapat berguna di lingkungan sekitar sebagai seorang inovator.

UM sebagai perguruan tinggi yang unggul dan menjadi rujukan tentunya ikut andil dalam acara ini dengan mengirimkan perwakilan terbaiknya. UM menjadi Perguruan Tinggi yang mengirimkan wakil terbanyak dalam acara ini, yaitu mencapai 5 tim. Tim yang terdiri dari 3 tim Jurusan Kimia dan 2 tim dari Jurusan Sejarah UM berangkat dengan kepercayaan diri yang tinggi.

Dalam LIDM UM berhasil menyabet 2 medali yaitu juara 2 dalam kategori poster dan juara 3 kategori aplikasi. Tim AACP berhasil menyabet juara 2 Kategori Poster dengan judul “Pencegahan Pelecehan Seksual”. Selanjutnya tim Kimia UM II berhasil menyabet juara 3 kategori Aplikasi berjudul “Villa-Chem: Virtual Laboratory On Analytical Chemistry Terintegrasi Android Sebagai Pengembangan Inovasi Media Pembelajaran Pada Praktikum Pemisahan Kimia”.

Abdul Fattah menjelaskan bagaimana perjuangannya dalam mengikuti Kompetisi LIDM 2019.

“Poster LIDM 2019 ini mulai dibuat sejak awal September lalu, dimana ketika melihat tingkat kepedulian masyarakat terhadap pelecehan seksual sangatlah minim, sehingga muncullah poster ini untuk menyuarakan gerakan dalam mengangkat kembali hal tabu di masyarakat. Tim AACP pun mempresentasikan gerakan dengan tema penghormatan gender dan pelecehan seksual di hadapan dewan juri. Bersaing dengan tim-tim dari berbagai penjuru Indonesia, dengan poster yang mumpuni tidak membuat tim ini patah arang,” ujarnya.

“Saat pengumuman tim AACP tidak menyangka bisa meraih peringkat kedua dalam kompetisi ini. Namun syukur tetap terucap atas prestasi ini, pengalaman yang baru pertama kali dirasakan serta langsung meraih peringkat. Kedepannya tim AACP mencoba berinovasi dengan lebih baik lagi agar berguna untuk lingkungan sekitar,” ujarnya.

Pewarta: Nuri Riskian – Internship Humas UM