image_pdf

Jepang. Siapa yang tidak tahu dengan keindahan Jepang, terutama di musim dingin seperti ini pasti kita teringat dengan salju indahnya. Hal inilah yang mendorong Julianna Jasmine mahasiswa Universitas Negeri Malang untuk mengikuti Sakura Exchange Program. Mahasiswa Teknik Elektro ini bersama dengan beberapa dosen di fakultas Teknik yaitu Dr. Eng. Siti Sendari, S.T., M.T., Dr. Yuni Rahmawati, S.T., M.T., dan Dr. Hetti Rahmawati, S.Psi., M.Si. mendapatkan kesempatan untuk belajar ke Jepang selama sepekan.

Dilaksanakan pada (20-29/1) untuk melaksanakan konfrensi dan mengunjungi beberapa tempat bersejarah disana yaitu, Univ Kitakyushu, Environmental museum, dan Kitakyushu Ecotown Project. Dengan mengirimkan sebuah esay berjudul “garbage and ocean” mampu mengantarkan mahasiswi yang aktif di Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Elektro ini untuk belajar tentang energi terbarukan di Kitakyushu University, Jepang.

Salah satu tempat yang cukup menarik dari rangkaian acara ini ketika mengunjungi Environmental Museum. Kitakyushu Environmental Museum merupakan salah satu museum sejarah terbentuknya kota kitakyushu dengan lingkungan yang ramah didalamnya. Didirikan pada tahun 2009 di daerah Higashida, museum ini juga menjadi salah satu pusat edukasi pengelolaan sampah di Kitakyushu.

Kitakyushu Environmental Museum memiliki 3 maskot pengelolaan sampah 3R yakni Diokun mewakili Reduce, Yoocan mewakili Reuse, dan Saikun mewakili Recycle yang menyambut ketika memasuki wilayah museum. Tidak hanya sekedar maskot, masyarakat dan perusahaan di Kitakyushu menerapkan 3R dalam kehidupan sehari-hari, karena itulah Kitakyushu menjadi kota yang bersih dan indah.

Julianna Jasmine mahasiswa Elektro Universitas Negeri Malang menjelaskan keindahan Kota Kitakyushu. “Masyarakat jepang itu sangat peduli dengan lingkungan. Mereka melakukan berbagai macam hal untuk membuat lingkungan mereka tetap bersih, nyaman, dan juga ramah lingkungan. Kitakyushu yang awalnya kota dengan penuh polutan berat mampu  berubah menjadi Ecotown yang baik pada bidang bisnis, ekonomi, dan lingkungan.

Hal inilah yang mampu dicontoh Indonesia untuk bisa berubah menjadi lebih baik. Hanya masalah waktu yang diiringi dengan keinginan kuat, Indonesia dapat berubah menjadi negara dengan lingkungan yang ramah. Dimulai dengan meningkatkan kesadaran diri sendiri akan pentingnya menjaga lingkungan, serta menumbuhkan kesadaran dan kepekaan akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan kepada rekan-rekan di kampus dan masyarakat,” ujarnya.

Kegiatan ini diakhiri dengan penyampaian materi dengan menggunakan permainan dan pembuatan kerajinan menggunakan bahan daur ulang. Hal ini menjadi daya tarik anak untuk mengenal akan pentingnya menjaga lingkungan yang mereka huni. Mengunjungi Kitakyushu Environmental Museum membuka mata kita akan pentingnya menjaga lingkungan yang kita miliki.

Pewarta           : Nuri Riskian_Internship Humas UM