image_pdf

Malang. Ambisi mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) untuk meraih prestasi di berbagai sektor akademik maupun non akademik, selalu mendulang sejumlah catatan prestasi yang membanggakan. Perbedaan latar belakang jurusan bukanlah suatu halangan mewujudkan suatu cita.

Sebagai contoh ialah kolaborasi mahasiswa Fakultas Sastra, MIPA dan Psikologi UM yang mampu meraih juara 2 dalam Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia (KDMI) 2019 gelaran Kementerian Riset, Teknonologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). Kompetisi yang diadakan pada 14-19 Juli 2019 lalu bertempat di Kampus C Universitas Airlangga, Surabaya. Sejumlah 28 peserta dari 14 regional turut serta dalam kegiatan tersebut.

Tim kebanggaan UM, beranggotakan empat mahasiswa ini terdiri dari, Sofia Ari Murti (Sastra Inggris/2017) selaku pembicara pertama, Jodhie Frebinan (Pendidikan Psikologi/2016) sebagai pembicara kedua, Laksamana Fadian (Sastra Inggris/2016) pembicara ketiga, dan Regin Salsabila (Fisika/2018) untuk juri institusi.

Menuju KDMI 2019 bukanlah sesuatu yang mudah. Persiapan demi persiapan sudah mereka jalani mulai awal tahun 2019. Tim yang terbentuk dari hasil seleksi internal UM  itu haruslah mengikuti seleksi LLDIKTI se-Jawa Timur terlebih dahulu. Usaha mereka pun membuahkan hasil dengan menjadi Juara 1 sehingga mengantarkan mereka sebagai delegasi Jawa Timur.

Tahun pertama gelaran KDMI berbahasa Indonesia merupakan salah satu alasan keempat mahasiswa UM ini untuk terus berusaha memberikan yang terbaik bagi alamamater tercinta.

Dalam perlombaan yang berlangsung selama enam hari itu tentu saja menguras tenaga mereka.

“Jadwalnya memang cukup padat, dalam sehari kami harus berlaga selama 3 kali. Tentu saja ini sangat menyita pikira, tenaga, dan emosi. Tetapi kita berusaha untuk saling memback up satu sama lain.” Jawab Sofia ketika ditanyai mengenai kendala mereka.

Lebih lanjut, ia juga menerangkan alur perlombaan KDMI 2019. Pada babak penyisihan selama 2 hari mereka harus melakukan 5 kali debat. Lolos ke babak 16 besar mengharuskan mereka melawan Universitas Diponegoro, pada 8 (delapan) besar dihadapkannya dengan Universitas Gajah Mada, dan babak 4(empat) besar dengan Univesitas Islam Sultan Agung Semarang.

“Alhamdulillah, Allah memberikan kesempatan kami untuk melaju sampai final melawan Institut Pertanian Bogor. Mendapatkan juara ke 2 merupakan suatu kehormatan bagi kami dengan membawa nama UM dan Jawa Timur.” Tandas gadis mungil ini.

Kedepannya, mereka berharap akan ada regenerasi beserta bibit-bibit baru mahasiswa UM hingga nantinya dapat bersinergi memberikan kualitas yang lebih baik lagi.

Pewarta :  Salsabila Esya Kusdianti – Internship Humas UM