image_pdf

Malang. Tak hanya memiliki segudang prestasi tingkat regional maupun nasional, Universitas Negeri Malang (UM) patut berbangga atas prestasi yang diraih di tingkat internasional. Salah satunya ialah prestasi mahasiswa FMIPA-FT UM yang berhasil menyabet gold medal dalam gelaran International Student Affairs Invention, Innovation and Design Competition (I-SAIID) 2019 di Malaysia pada Selasa (26/03). Kompetisi yang mengusung tema “Surging Ahead Through Creativity” ini diadakan oleh Universiti Teknologi Mara dan diikuti oleh mahasiswa se-Asia. 

Tim FMIPA-FT UM terdiri dari Himmatul Ulya Alfaratri Syachofina (Fisika), Nur Aini Gama Lestari (Fisika), Lutfi Maulida (Fisika), Wendy Cahya Kurniawan (Teknik Elektro), dan Deni Ainur Rokhim (Kimia). Selain ingin membanggakan almamater UM, keempat mahasiswa FMIPA-FT UM ini termotivasi untuk menyebarkan pesan bahwa terumbu karang sangat perlu untuk dilindungi dan dijaga. Berangkat dari motivasi tersebut serta berbekal pengetahuan dan bimbingan dari Dr. Anugerah Ricky Wijaya, M.Sc. mereka berhasil menciptakan sebuah produk bernama “Sasori” hanya dalam kurun waktu satu bulan. Konsep yang mereka tawarkan dalam produk tersebut adalah sebuah teknologi detektor terumbu karang yang diakses melalui jaringan internet dan portabele sehingga dapat digunakan semua orang dengan website dan aplikasi.

Penyajian presentasi yang ditampilkan tim FMIPA-FT UM saat I-SAIID 2019 ialah dengan mengemas budaya Indonesia. Pembagian presentasi yang mereka lakukan juga tidak hanya single player melainkan four player.

Tantangan yang mereka hadapi bukanlah hal yang mudah. Salah satu anggota mereka yakni Wendy Cahya Kurniawan sedang menempuh students exchange di Jepang sehingga mengharuskan tim ini berkoordinasi melalui videocall. Namun, hal itu tidak mematahkan semangat tim yang diketuai oleh Himmatul Ulya Alfaratri Syachofina. Mereka semakin giat berlatih dalam persiapan menuju I-SAIID 2019 di Malaysia dengan berlatih presentasi dan tanya jawab. 

Setelah berhasil memenangkan kompetisi I-SAIID 2019, mereka tidak berhenti untuk mewujudkan visi tersebut. “Tim kami beserta pembina Anugerah Ricky akan membuat start up, komunitas, dan konservasi. Karena dengan menjaga laut dan terumbu karang, Indonesia mampu menjadi negara yang kaya raya”, Ungkap Ratri.

Pewarta                       : Salsabila Esya Kusdianti – Internship Humas UM