image_pdf

Malang. Universitas Negeri Malang (UM) menggelar sidang terbuka pengukuhan 2 guru besar baru dalam bidang sains. Kedua guru besar tersebut adalah Prof. Dr. Abdul Gofur, M.Si dalam bidang Ilmu Biologi dan Prof. Dr. Susriyati Mahanal, M.Pd dalam bidang Ilmu Pendidikan Biologi. Dosen Fakultas Matematikan dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UM menambah jumlah guru besar di kampus Pendidikan ini sehingga berjumlah 82 guru besar. Pengukuhan ini dilaksanakan Selasa (17/12) di Lantai 9 Graha Rektorat UM berlangsung dengan khidmah.

Dalam pengukuhan ini di pimpin oleh sekertaris senat Dr. Ahmad Munjin Nasih, S.Pd., M.Ag beserta para anggota Senat UM. Dalam pidato pengukuhannya Prof. Dr. Abdul Gofur, M.Si. menjelaskan mengenai “Potensi Kekayaan Hayati Indonesia Sebagai Alternatif Terapi Diabetes Mellitus Dalam Sudut Pandang Biologi Reproduksi”. Dilanjutkan dengan pidato Prof. Dr. Susriyati Mahanal, M.Pd tentang “Pembelajaran Deteksi Kualitas Air Sederhana Dengan Indikator Biologi Bentos Makroinvertebrata”.

Prof. Dr. Abdul Gofur, M.Si dalam pidatonya memaparkan tentang sindrom metabolik.

“Berbicara tentang sindrom metabolik, salah satu faktor resikonya adalah Diabetes Mellitus (DM). DM juga disebut sebagai the silent killer karena penyakit ini dapat menyerang semua organ tubuh dan menimbulkan berbagai macam keluhan. International Diabetes Federation (IDF) Atlas 2017 melaporkan bahwa epidemic Diabetes di Indonesia masih menunjukkan kecenderungan meningkat. Indonesia merupakan negara peringkat ke enam dalam DM”. Ujarnya.

Dilanjutkan dengan pidato kedua yang disampaikan oleh Prof. Dr. Susriyati Mahanal, M.Pd yang memaparkan tentang deteksi kualitas sederhana dalam pembelajaran.

Beliau menyampaikan bahwa deteksi kualitas air dan berbagai polutan air dapat dikategorisasi berdasarkan fisika, kimia, dan biologi. Di Indonesia deteksi kualitas sungai dengan menggunakan indicator biologi bentos makroinvertebrata sudah dilakukan oleh Sekolah Menengah Atas (SMA) yang tergabung dalam Jaring-Jaring Komunikasi Pemantau Kualitas Air (JKPKA). Dalam pemantauan kualitas air yang dilakukan oleh sekolah dalam pelaksanaanya melibatkan siswa dan guru.

Pewarta : Riki Pratama- Internship Humas UM

Pewarta Foto : Abdul Fattah- Internship Humas UM