image_pdf
Wakil Rektor III, Dr. Mu’arifin, M.Pd meninjau pelaksanaan E-Voting

Malang, Di era digital ini semuan kegiatan manusia ditopang oleh sistem elektronik yang diyakini lebih evisien, efektif, dan cepat. Hal ini juga diterapkan yang pertama kali dalam Pemilihan Umum BEM UM tahun 2019 ini, yang di selenggarakan secara serempak di Fakultas-fakultas yang ada di  tiga Kampus yakni: Kampus I Jln, Semarang, Kampus II Jln, Ki Ageng Gribik dan Kampus  III, Blitar pada tanggal 28/11/19.  Pemira menggunakan E-Voting ini di masyarakat masih menjadi pro-kontra. Sebagian masyarakat masih berpendapan E-Voting mudah terjadi kecurangan-kecuragan, karena sitem E-voting mudah di bobol oleh para haker, untuk menyakinkan masyarakat KPU Pemira UM telah mengawali penerapan E-Voting sebagai proyek percotohan.

Dalam kesempatan itu Wakil Rektor III, Dr. Mu’arifin, M.Pd, mengatakan, “Pemira tahun 2019 di Universitan Negeri Malang ini sistim pencoblosanya sudah menggunakan sistem E-Voting. Penggunaan media ini dalam rangka, agar semua kegiatan Pemira dapat berlangsung efektif dan evisien, tanpa meningggalkan prinsip-prinsip Rahasia, Umum, Bebas dan Rahasia yang jujur dan adil. KPU nampaknya sudah siap dengan segala hal untuk melaksanakan prinsip-pinsip tersebut. “

“Kekawatiran-kekawatiran terjadinya kecurangan-kecurangan sudah diantisipasi dengan argumen oleh Pusat TIK dan sudah disampaikan ke semua pihak. Dalam hal ini penggunakan sistem elektronik semuanya dipandu dan di tangani oleh Pusat TIK, dengan menggunakan alasan-alasan yang logis, sehingga insya Allah tidak terjadi kecurangan-kecurangan,”jalasnya.

Mahasiswa UM mengikuti proses pemilihan

Pusat TIK bisa menjamin hal itu, dan juga semuanya itu sudah di persiapkan oleh KPU, dengan melibatkan pengawas dan Wakil-Wakil Rektor dan Dekan III disemua Fakultas yang berkaitan dengan Pemira ini. Jadi tidak usah kawatir adik-adik mahasiswa. Karena semua ini bisa selalu kita kontrol secara elektronik. Jika terjadi kecurangan-kecurangan semuanya bisa kita lacak,” pungkasnya.

 Hal senada juga disampaikan oleh anggota KPU, Adji Rahmati Maisyaroh  dari Jurusan Psikologi, “pemilihan umum  tahun ini semuanya manggukan  elektronik namanya” E-Voting”, sehingga lebih efisien tidak membuang-buang waktu, dan tidak menggunakan kertas lagi, hanya memberdayakan komputer yang ada di Fakultas.

“E-Voting menurut saya lebih mudah di kontrol dari pada menggunakam kertas. Cotohnya peserta sudah melakukan pemilihan dapat dilihat kapan dia memilih dan  jam berapa,  bisa dilacak dengan tepat dan cermat, bahkan kalau mau melakukan coba-coba semuanya sudah terekam jadi ketahuan. Apalagi peserta Pemira sebagai identitas menggukan kartu mahasiswa (KTM) yang sudah terdaftar di Pusat TIK, jadi semua data sudah terintegrasi di pangkal data Pusat TIK, sehingga mudah untuk mengawasinya,”katanya.

“Pemakain kertas rawan keamanannya, kasusnya seperti kartunya sudah di coblos duluan kemuadian dimasukan kotak duluan, akan tetapi kalau E-voting mamasukan suara lebih dulu tidak terekam di Pusat TIK,”tambahnya.

Penulis: Budiharto – Humas UM