image_pdf

Malang- Bagi kebanyakan orang mempelajari Fisika merupakan hal yang sangat sulit. Bidang keilmuan ini mempelajari sifat dan gejala pada benda-benda di alam yang diimplementasikan melalui rumus-rumus. Tetapi kini  ada beberapa tips agar mudah memahami fisika secara terintegrasi dan koheren (menyeluruh), sehingga mampu menerapkan dan memecahkan masalah secara efektif. Melalui beberapa pendekatan untuk menjelaskan sejumlah besar fenomena alam yang kompleks dengan sejumlah kecil hukum dan prinsip, fisika tidak lagi menjadi momok bagi pelajar maupun mahasiswa.

Hal ini diungkapkan Prof. Dr. Sutopo, M.Si, Guru Besar dalam Bidang Ilmu Pendidikan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Malang (UM) yang dikukuhkan menjadi guru besar UM, Senin (14/1/2019) , di Aula Graha Rektorat UM lantai 9. Dalam pidato pengukuhannya beliau mengangkat judul “Memfasilitasi Siswa Memahami Fisika Secara Bermakna dan Koheren: Tantangan dan Alternatifnya”.

“Dalam penelitian, saya menemukan banyak hal yang tidak sesuai dengan tempatnya. Selama ini rumus dalam fisika itu dihafalkan. Padahal sesunguhnya rumus itu suatu cara untuk memahami sesuatu secara lebih detail. Artinya belajar Fisika tidak melulu menghafalkan rumus,” ungkap  Prof. Dr. Sutopo, M.Si

Menurutnya, ada beberapa hal yang menghambat proses penyerapan ilmu. Salah satunya, ketidaksamaan pemahaman dalam mempelajari ilmu fisika. Hal ini didasari pengetahuan yang didapat siswa sejak di bangku sekolah dengan karakter guru dalam proses pembelajaran.

“Teori yang didapat sebelumnya itu terjadi perbedaan pemahaman dan pengalaman yang panjang. Banyak yang dibuat dan diingat berdasarkan asumsi pribadi, dan tidak sejalan dengan ilmu fisika yang ada. Dalam penelitian, saya sebut teori naif. Penjelasan fenomena alam yang dihasilkan seringkali tidak cocok dengan penjelasan ilmiah,” paparnya.

Dalam paparan pidatonya Prof. Dr. Sutopo, M.Si membahas tiga aspek yang berkaitan dengan dengan pembelajaran Fisika, yaitu: berkaitan dengan teori naif siswa, yang berkaitan dengan bahasa, dan berkaitan dengan matematika dalam fisika.

Sementara itu, Rektor UM, Prof. Dr. AH. Rofi’uddin, M.Pd memotivasi para dosen yang lain yang belum mencapai guru besar untuk terus semangat guna memperoleh guru besar. UM telah memberikan ruang yang seluas-seluasnya bagi para dosen UM untuk melakukan kegiatan penelitian.

“Bapak/Ibu, UM telah membuka kesempatan seluas-luasnya bagi para dosen, baik Dosen PNS maupun NonPNS untuk melakukan penelitian. Mari kita gunakan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Karena tugas seorang dosen tidak hanya mengajar, ada tuntutan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat atau tridarma,” jelas Rektor UM

Streaming Pengukuhan Prof. Dr. Sutopo, M.Si sebagai Guru Besar UM