image_pdf
Peserta KMHE 2019 menyiapkan kendaraan

Malang. Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) 2019 merupakan sebuah lomba mobil irit tingkat nasional. Pada hari kedua dan ketiga kegiatan KMHE dimulai dengan scruiteneering, dimana hari kedua diisi dengan Prototype Race  dan Urban Concept satu, dilanjutkan hari ketiga diisi dengan Prototype Race  dan Urban Concept dua dan tiga (25-26/9). Kendaraan melaju di Sirkuit JSI (Jl. Jakarta–Jl. Simpang Ijen) Kota Malang Jawa Timur.

Kendaraan di dalam lintasan waktu practice dan race kendaraan Prototype dan Urban Concept sesuai dengan jadwal dan jumlah kendaraan yang diizinkan memasuki lintasan akan dibatasi dengan pertimbangan keamanan.

Persiapan lomba

“Waktu perlombaan diukur dan diatur secara elektronik, sehingga semua kendaraan dari setiap tim dipasang transponder oleh panitia sebelum pintu masuk pertama di lintasan dan akan dipasang pada kendaraan oleh Track Official. Pada akhir kompetisi ini tiap tim bertanggung jawab untuk mengembalikan transponder ke bagian racing committee,” terang panitia KMHE 2019.

Peserta KMHE ini dituntut mempunyai kemampuan untuk merancang dan membangun kendaraan yang irit, aman, dan ramah lingkungan. Sehingga target jangka panjang dari kompetisi ini putra-putri Indonesia mampu mendesain dan membuat sendiri kendaraan yang hemat energi dan ramah lingkungan. Kendaraan ini minimal dapat dipergunakan sebagai alat transportasi internal di lingkungan kampus.

Siap berlaga

Tidak sembarang mobil bisa melaju di sirkuit JSI, seperti yang dikatakan oleh panitia KMHE 2019 saat di tempat sirkuit “Peserta dari kelompok Prototype harus menyelesaikan sepuluh putaran atau lap untuk tiap percobaan dengan panjang lintasan total yang harus ditempuh untuk tiap percobaan 9.820 m. Hasil percobaan tim dianggap sah jika telah berhasil menyelesaikan sepuluh kali putaran dengan waktu tempuh maksimal 25 menit. Tiap tim hanya diberikan kesempatan sebanyak lima kali percobaan. Peraturan tersebut sama dengan kelompok Urban hanya waktu tempuhnya sedikit lebih lama yakni 27 menit dari Prototype. Untuk setiap percobaan kendaraan harus melakukan stop check pada setiap lap.” ujarnya.

Hasil yang digunakan adalah hasil yang terbaik dalam perlombaan dengan dua kategori yaitu kategori Prototype & Urban Concept (Motor Pembakaran Dalam). Hasil akan dinyatakan dalam kilometer per liter (jarak teoritis yang ditempuh menggunakan energi dari bahan bakar). Kategori kendaraan Prototype & Urban Listrik Hasil akan dinyatakan dalam kilometer per kWh (jarak teoritis yang ditempuh menggunakan energi dari 1 kWh).

Pewarta           : Riska Febrianti – Internship Humas UM

Pewarta Foto   : Abdul Fattah – Internship Humas UM